MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Rahmat Fiansyah 04/05/2026 21:45 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati di dekat level tertinggi sepanjang masa di tengah kenaikan harga minyak.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati di dekat level tertinggi sepanjang masa di tengah kenaikan harga minyak. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati di dekat level tertinggi sepanjang masa, sementara harga minyak dunia melonjak seiring ketidakpastian terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi arteri utama distribusi minyak global.

Dikutip dari Bloomberg, indeks S&P 500 turun 0,1 persen pada awal perdagangan Senin (4/5/2026) setelah mencetak rekor tertinggi baru. Dow Jones Industrial Average melemah 174 poin, sedangkan Nasdaq menguat tipis kurang dari 0,1 persen. Di sisi lain, harga minyak Brent sempat menembus USD114 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Ketidakpastian meningkat setelah media Iran melaporkan serangan terhadap kapal Angkatan Laut AS di tenggara Selat Hormuz. Namun, klaim tersebut dibantah oleh militer AS. Laporan yang saling bertentangan ini memicu volatilitas di pasar global.

Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2 persen sebelum pembukaan perdagangan, sementara futures Dow Jones melemah 0,5 persen dan Nasdaq turun 0,1 persen. Harga minyak sempat melonjak hingga lima persen sebelum terkoreksi menjadi kenaikan sekitar dua hingga tiga persen setelah bantahan dari pihak AS.

Pemerintah AS tetap aktif di kawasan Teluk Persia. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan memandu kapal-kapal melewati Selat Hormuz, meski belum memberikan rincian teknis terkait operasi tersebut.

Harga minyak mentah acuan AS naik USD2,18 menjadi USD104,12 per barel. Sementara itu, minyak Brent sebagai acuan global melonjak USD3,06 menjadi USD111,23 per barel.

Stephen Innes dari SPI Asset Management mengatakan pasar minyak masih menjadi titik krusial karena ratusan kapal tanker dan kapal kargo tertahan di kawasan Teluk. 

“Pasar minyak tetap menjadi poros utama, dengan ratusan kapal masih tertahan dan produsen terpaksa menghentikan produksi karena keterbatasan penyimpanan,” ujarnya.

Dari sisi korporasi, saham eBay melonjak setelah GameStop milik Ryan Cohen berencana mengakuisisi perusahaan tersebut dengan nilai sekitar USD56 miliar. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk bersaing dengan raksasa e-commerce Amazon.

GameStop menyebutkan sekitar 1.600 tokonya di AS berpotensi menjadi lokasi pengiriman dan pengambilan barang. Kendati demikian, saham GameStop justru turun 2,6 persen dalam perdagangan pra-pasar, sedangkan saham eBay naik hampir delapan persen.

Pelaku pasar saat ini membagi perhatian antara konflik di Timur Tengah dan kinerja keuangan perusahaan. Analis menilai arah pasar sangat bergantung pada perkembangan konflik Iran serta pembukaan kembali jalur distribusi di Selat Hormuz.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE