MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Melemah, Sentimen Gencatan Senjata Timur Tengah Memudar

Rahmat Fiansyah 09/04/2026 22:15 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026) seiring memudarnya prospek gencatan senjata.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026) seiring memudarnya prospek gencatan senjata di Timteng. (Foto: AP)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026), seiring investor mencermati data ekonomi yang beragam serta meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah.

Indeks Nasdaq dibuka di level 22.588 atau turun 0,2 persen, Dow Jones di 47.864 melemah 0,1 persen, dan S&P 500 di 6.775 juga terkoreksi 0,1 persen.

Sentimen pasar kembali tertekan setelah Iran menghentikan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz dengan alasan serangan lanjutan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan. Kondisi ini memperburuk ketidakpastian geopolitik global.

Pemerintah AS menegaskan pasukan militernya akan tetap berada di kawasan tersebut hingga tercapai kesepakatan yang dinilai lebih konkret. 

“Pasukan AS akan tetap berada di kawasan sampai Iran mematuhi kesepakatan yang nyata,” ujar Presiden AS, Donald Trump.

Analis XTB, Kathleen Brooks menyebut reli yang dipicu gencatan senjata mulai kehilangan momentum. “Hanya tiga kapal yang melintas di Selat Hormuz pada Rabu, sementara sekitar 800 tanker masih menunggu,” katanya.

Dari sisi makroekonomi, data menunjukkan gambaran yang beragam. Inflasi inti PCE tercatat sesuai ekspektasi di level 3 persen secara tahunan, sementara belanja konsumen naik 0,5 persen secara bulanan, sedikit di bawah proyeksi pasar.

Di sisi lain, pembacaan final produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,5 persen, lebih rendah dibanding estimasi awal sebesar 0,7 persen.

Pada perdagangan prapembukaan, kontrak berjangka indeks saham AS juga bergerak melemah. Futures Dow Jones turun sekitar 0,4 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,4 persen dan 0,3 persen.

Optimisme pasar yang sempat muncul akibat harapan meredanya konflik Timur Tengah mulai memudar. Hal ini dipicu oleh berlanjutnya serangan Israel di Lebanon serta ketegasan AS mempertahankan kehadiran militernya di kawasan.

Harga minyak turut mencerminkan ketidakpastian tersebut. Minyak Brent bertahan di atas USD97 per barel, didukung oleh kekhawatiran pasokan di Selat Hormuz.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE