Wall Street Dibuka Melemah, S&P 500 Turun 1 Persen
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Jumat (15/5/2026).
IDXChannel - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Jumat (15/5/2026), setelah seorang pejabat AS mengatakan bahwa pembicaraan bilateral dengan China tidak fokus pada kontrol ekspor semikonduktor.
Dilansir dari laman Investing Jumat (15/5/2026), komentar hawkish dari Presiden Donald Trump tentang Iran juga memicu kehati-hatian investor, terutama karena harga minyak naik tajam.
Pada pukul 09:32 ET (13:32 GMT), indeks acuan S&P 500 turun 1 persen menjadi 7.425,95 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,4 persen menjadi 26.258,97 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,7 persen menjadi 49.700,86 poin.
Di sisi lain, pasar juga dikejutkan oleh kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah, karena para pedagang menjual obligasi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak inflasi dari perang Iran.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun acuan terakhir naik 11 basis poin menjadi 4,568 persen, level tertinggi dalam hampir satu tahun. Sedangkan imbal hasil obligasi 30 tahun telah melampaui angka 5 persen, terakhir naik hampir 10 basis poin menjadi 5,111 persen, level tertinggi sejak Oktober 2023.
"Kami terus berpendapat bahwa SPX tidak menarik pada level saat ini, bukan karena beritanya tidak bagus, tetapi karena semua hal positif tampaknya sudah tercermin dalam harga saham," kata Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, dalam catatan.
(kunthi fahmar sandy)