Wall Street Dibuka Menguat, Didorong Harapan Kesepakatan Dibukanya Selat Hormuz
Saham-saham AS mencetak rekor tertinggi baru saat pembukaan perdagangan hari Rabu. Hal ini didorong oleh harapan akan kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz
IDXChannel - Saham-saham AS mencetak rekor tertinggi baru saat pembukaan perdagangan hari Rabu. Hal ini didorong oleh harapan akan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, meskipun laporan kinerja keuangan utama dari SpaceX dan Advanced Micro Devices tampaknya kurang memuaskan bagi investor.
Dilansir dari laman Investing Rabu (5/8/2026), pada pukul 09.31 waktu setempat (13.31 GMT), indeks acuan S&P 500 naik 0,7 persen ke level 7.793,31 poin, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average menguat 0,3 persen menjadi 54.266,12 poin, dan indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,4 persen ke posisi 26.700,88 poin.
Sebelumnya Wall Street melonjak tajam pada hari Selasa, sebagian didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi setelah mengalami kerugian besar pada bulan Juli. Indeks S&P dan Dow masing-masing menguat antara 1,7 persen dan 1,8 persen dengan keduanya berakhir di rekor tertinggi.
Nasdaq mencatat kenaikan 2,6 persen dan ditutup pada level tertinggi dalam satu setengah bulan terakhir. Adapun minat risiko investor meningkat setelah sejumlah pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat.
Axios kemudian melaporkan bahwa kesepakatan antara AS, Oman, dan Iran dapat diumumkan paling cepat pada hari Rabu. Namun, media Iran melaporkan bahwa Teheran meyakini kesepakatan tersebut bisa tertunda akibat ancaman yang terus dilontarkan oleh AS.
Harga minyak sempat diperdagangkan sedikit lebih tinggi menyusul laporan serangan oleh militan Houthi yang didukung Iran di Yaman terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah.
Kendati demikian, harga minyak mentah telah turun tajam pekan ini di tengah harapan bahwa potensi kesepakatan damai untuk membuka kembali jalur pasokan melalui Selat Hormuz.
Saham SpaceX dan AMD Anjlok
Terkait kinerja keuangan, kerugian yang dialami SpaceX (NASDAQ:SPCX) dan AMD (NASDAQ:AMD) meredam optimisme umum mengenai pemulihan saham teknologi setelah bulan Juli yang berat.
Saham SpaceX turun lebih dari 12 persen saat pembukaan perdagangan, setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan terbuka.
Meskipun produsen roket tersebut mencatatkan pendapatan yang melampaui ekspektasi dan kerugian kuartalan yang lebih kecil, para analis menyoroti bahwa tingginya belanja untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) membebani arus kas bebas perusahaan.
CEO Elon Musk memaparkan rencana ambisius untuk SpaceX. Selain menargetkan pendapatan sebesar USD1 triliun pada 2030, Musk menyatakan bahwa perusahaan dapat mulai mengirimkan pusat data ke orbit paling cepat tahun depan.
Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) merosot lebih dari 6 persen, tertekan oleh pengumuman dari Musk bahwa SpaceX tidak akan lagi membeli prosesor dari produsen cip tersebut.
Musk memuji pesaing berat AMD, Nvidia, dengan mengatakan bahwa SpaceX telah memutuskan untuk "membangun secara eksklusif" menggunakan server AI Blackwell milik Nvidia karena itu merupakan "arsitektur terbaik." Sebelumnya, Musk sempat mengisyaratkan bahwa SpaceX dan Tesla akan menggunakan cip dari AMD maupun Nvidia.
Komentar tersebut membayangi capaian penjualan kuartalan yang sangat impresif dari AMD. Perusahaan semikonduktor ini mencatatkan pendapatan sebesar USD11,5 miliar untuk kuartal yang berakhir pada 27 Juni, sedikit di atas ekspektasi Wall Street.
(kunthi fahmar sandy)