MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Optimisme Baru Terkait AI

Nia Deviyana 21/04/2026 21:52 WIB

Optimisme baru terhadap kecerdasan buatan dan pendapatan perusahaan yang kuat menopang pasar yang sebelumnya terpukul penyelesaian konflik Timur Tengah.

Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Optimisme Baru Terkait AI. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street naik pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Optimisme baru terhadap kecerdasan buatan (AI) dan pendapatan perusahaan yang kuat menopang pasar yang sebelumnya terpukul oleh tarik-ulur penyelesaian konflik Timur Tengah.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 309,83 poin atau 0,63 persen menjadi 49.752,39. S&P 500 (.SPX) naik 12,30 poin atau 0,17 persen menjadi 7.121,44. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 34,10 poin atau 0,14 persen menjadi 24.438,49.

J.P. Morgan menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500, dengan pertimbangan pendapatan yang didorong oleh AI dan teknologi. Sementara Amazon (AMZN.O) akan berinvestasi hingga USD25 miliar di Anthropic, menandakan bahwa perusahaan teknologi besar masih bersedia menginvestasikan uang ke dalam AI. Saham Amazon naik 2 persen.

Investor juga menantikan sidang konfirmasi Senat untuk Kevin Warsh, kandidat yang dicalonkan Presiden AS Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve (The Fed).

Dari 48 perusahaan dalam indeks acuan S&P 500 (.SPX), yang melaporkan pendapatan hingga Jumat lalu, 87,5 persen melampaui perkiraan analis, menurut data LSEG.

UnitedHealth (UNH.N) melonjak 9,2 persen setelah konglomerat perawatan kesehatan tersebut menaikkan perkiraan laba tahunannya dan melampaui ekspektasi Wall Street untuk kuartal pertama. 

Saham tersebut merupakan pendorong terbesar bagi Dow Jones.
Saham perusahaan sejenis, CVS Health (CVS.N), dan Humana (HUM.N), masing-masing naik 1,7 persen dan 5,2 persen.

GE Aerospace (GE.N) turun 3,1 persen. Perusahaan tersebut mengatakan pihaknya bersiap menghadapi kondisi yang lebih sulit akibat harga minyak yang tinggi, kendala pasokan bahan bakar, dan pertumbuhan global yang lebih lambat.

(NIA DEVIYANA)

SHARE