Wall Street Dibuka Sedikit Melemah usai Laporan Nonfarm Payrolls AS Lebih Tinggi dari Perkiraan
Wall Street dibuka sedikit lebih rendah pada hari Jumat, setelah laporan nonfarm payrolls AS menunjukkan hasil jauh lebih kuat dari perkiraan
IDXChannel - Wall Street dibuka sedikit lebih rendah pada hari Jumat, setelah laporan nonfarm payrolls AS menunjukkan hasil jauh lebih kuat dari perkiraan sehingga mendorong para pedagang untuk meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
Dilansir dari laman Investing Jumat (4/9/2026) pada pukul 09.30 ET (13.30 GMT), indeks acuan S&P 500 turun 0,1 persen ke level 7.738,21 poin, indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persen ke level 53.584,89 poin, dan indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bergerak relatif datar di level 26.599,87 poin.
Di sisi lain, konfrontasi militer langsung antara pasukan AS dan Iran di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah acuan melampaui USD90 per barel pada awal pekan, memicu kembali kekhawatiran akan inflasi akibat kenaikan biaya (cost-push inflation) dan mengancam belanja konsumen.
Aksi jual berkelanjutan di pasar pendapatan tetap (fixed income) mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun mendekati 4,80 persen dan tenor 30 tahun di atas 5,25 persen, sehingga menekan kelipatan valuasi ekuitas—terutama pada saham-saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi.
Penurunan harga saham di awal pekan sempat membangkitkan kembali kekhawatiran mengenai reputasi historis bulan September sebagai bulan dengan kinerja terburuk bagi imbal hasil ekuitas AS.
Pergeseran sikap Waller yang dovish meredam spekulasi kenaikan suku bunga
Situasi berbalik secara signifikan selama sesi perdagangan reguler hari Kamis, ketika indeks-indeks utama mencatatkan reli tajam menyusul sinyal dovish dari petinggi Federal Reserve. S&P 500 melonjak 1,06 persen hingga kembali mendekati rekor tertinggi bulan Agustus, Nasdaq melesat 1,4 persen, dan Dow naik 1,18 persen.
Katalis utamanya datang dari Gubernur The Fed Christopher Waller, yang dalam pernyataan publiknya mengisyaratkan bahwa indikator makroekonomi terkini menunjukkan tanda-tanda disinflasi yang menggembirakan. Sementara itu, Waller secara eksplisit menyatakan bahwa jika data mendatang mengonfirmasi tren tersebut, ia akan mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan kebijakan bank sentral tanggal 15–16 September.
(kunthi fahmar sandy)