Wall Street Dibuka Semringah, S&P Tembus Level 7.000 untuk Pertama Kalinya
Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham-saham chip, di tengah antisipasi investor terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve.
IDXChannel - Wall Street dibuka menguat dengan Indeks S&P 500 menembus level 7.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (28/1/2026), sementara Nasdaq mendekati rekor tertinggi baru.
Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham-saham chip, di tengah antisipasi investor terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve, serta laporan keuangan kuartalan perusahaan Big Tech.
Melansir Reuters, Dow Jones naik 118,82 poin atau 0,24 persen ke level 49.122,23. S&P 500 naik 22,45 poin atau 0,32 persen ke 7.001,05, dan Nasdaq Composite naik 150,01 poin atau 0,63 persen ke 23.967,11.
Penembusan level psikologis ini mencerminkan tingginya minat risiko investor, yang dipicu oleh optimisme terhadap AI dan ekspektasi kinerja korporasi yang kuat, meskipun masih dibayangi ketegangan geopolitik.
“Angka bulat besar seperti ini sering menjadi ujian psikologis bagi pasar. Dari sudut pandang analisis teknikal, ini merupakan sinyal yang sangat positif,” ujar Kepala Strategi Ekuitas LPL Financial, Jeff Buchbinder.
Saham teknologi memimpin penguatan. Nvidia naik 1,8 persen, Intel melonjak 9 persen, sementara Micron dan Microchip Technology masing-masing menguat lebih dari 4 persen. SK Hynix, pemasok utama Nvidia, melaporkan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, dan ASML membukukan pesanan kuartal IV terbesar sepanjang masa, memicu reli saham teknologi dari Eropa hingga Asia.
Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) naik 2,3 persen.
Sementara itu, The Fed menggelar rapat kebijakan pada hari yang sama, dengan pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan di kisaran 3,5–3,75 persen. Investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya.
"Kami memperkirakan pemangkasan suku bunga yang mungkin terjadi pada 2026 akan disertai pertumbuhan ekonomi. Itu menjadi dasar pandangan positif kami terhadap pasar saham 2026. Namun, kami menilai laba perusahaan dan investasi AI jauh lebih penting untuk diperhatikan investor dibandingkan kebijakan The Fed,” kata Buchbinder.
Wall Street kembali menguat, dengan fokus beralih ke musim laporan keuangan setelah sebelumnya pasar sempat tertekan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait niat mengakuisisi Greenland, yang sempat mendorong lonjakan harga emas sebagai aset lindung nilai.
Magnificent Seven Memulai Musim Laporan Keuangan
Meta, Microsoft, dan Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar, menandai dimulainya musim laporan “Magnificent Seven” yang menjadi motor reli AI dan mendorong pasar ke rekor tertinggi.
Dengan valuasi yang sudah tinggi dan rotasi dana ke sektor yang dinilai lebih murah, rencana belanja modal grup ini akan menjadi sorotan, terutama terkait apakah investasi AI mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
Texas Instruments melonjak 6 persen setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal pertama di atas ekspektasi. Starbucks naik 6,7 persen usai membukukan pertumbuhan penjualan sebanding yang lebih tinggi dari perkiraan.
AT&T menguat 4 persen setelah memproyeksikan laba tahunan di atas ekspektasi pasar.
Di sektor industri, GE Vernova menaikkan proyeksi pendapatan tahunan dan sahamnya naik 2 perse . Textron turun 6,2 persen setelah memberikan panduan laba di bawah estimasi, sementara Otis melemah 5 persen akibat pendapatan kuartal IV yang meleset dari perkiraan.
Saham Meta dan Microsoft relatif datar, Tesla naik 0,5 persen dan IBM, yang akan melaporkan kinerja setelah penutupan pasar, bergerak stagnan.
Seagate Technology melonjak 14,5 persen setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal ketiga di atas ekspektasi. Pesaingnya, Western Digital, naik 7,7 persen.
(NIA DEVIYANA)