MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Tak Bergairah di Tengah Pulihnya Harga Emas dan Perak

Dhera Arizona Pratiwi 02/02/2026 22:09 WIB

Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka lebih rendah pada Senin (2/2/2026) waktu setempat.

Wall Street Dibuka Tak Bergairah di Tengah Pulihnya Harga Emas dan Perak. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka lebih rendah pada Senin (2/2/2026) waktu setempat, imbas terjadinya aksi jual besar-besaran logam mulia oleh investor di awal pekan.

Dow Jones Industrial Average turun 52,74 poin atau 0,14 persen menjadi 48.849,03. S&P 500 kehilangan 14,90 poin atau 0,22 persen ke level 6.923,46, dan Nasdaq Composite melemah 92,34 poin atau 0,39 persen menjadi 23.380,75.

Dilansir dari laman WRAL, saham-saham teknologi besar juga turut membebani pasar, termasuk Nvidia, yang chip-nya mendukung sebagian besar pergerakan dunia menuju teknologi kecerdasan buatan.

Harga komoditas minyak anjlok lebih dari 5 persen pada satu titik semalam. Sedangkan komoditas emas dan perak, yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam sebelum anjlok pada hari Jumat, pulih sebagian dari kerugian tersebut. Namun, tetap jauh dari level tertinggi baru-baru ini.

Harga emas tercatat naik 1,3 persen menjadi sekitar USD4.800 per ons, sementara perak naik 5,9 persen menjadi USD83,19.

Sejumlah laporan pendapatan perusahaan menghiasi perdagangan pekan ini, berbarengan dengan tiga set data pemerintah yang berbeda tentang pasar tenaga kerja, termasuk laporan pekerjaan Januari yang akan rilis pada Jumat.

Saham Walt Disney Co dibuka naik kurang dari 1 persen pada Senin pagi setelah raksasa hiburan tersebut membukukan hasil kuartal I yang kuat, didukung oleh film-film laris seperti Zootopia 2 dan Avatar: Fire and Ash.

Pendapatan Disney Entertainment, yang mencakup studio film dan layanan streaming perusahaan, naik 7 persen, sementara pendapatan divisi experiences, taman hiburannya, naik 6 persen.

Selain itu, sentimen lainnya yakni investor masih mempertimbangkan Kevin Warsh, calon Ketua Federal Reserve pilihan Presiden AS Donald Trump, dalam menangani suku bunga acuan.

Pencalonan Warsh membutuhkan persetujuan Senat. Namun, pasar keuangan khawatir The Fed mungkin kehilangan sebagian independensinya karena Trump, yang telah mendorong keras untuk lebih banyak dan lebih cepat penurunan suku bunga. Kekhawatiran itu telah membantu melambungkan harga emas dan melemahkan nilai dolar AS selama setahun terakhir.

“Orang-orang tidak diberikan kunci bank sentral terkuat di dunia karena mereka berencana untuk mengemudi ke arah yang berlawanan dengan orang-orang yang memberikan kunci tersebut kepada mereka,” kata SPI Asset Management Stephen Innes dalam sebuah pernyataannya.

Ketua The Fed memiliki pengaruh besar pada ekonomi dan pasar di seluruh dunia dengan membantu menentukan ke mana bank sentral AS akan menggerakkan suku bunga. Hal itu memengaruhi harga untuk semua jenis investasi, karena The Fed berusaha menjaga pasar kerja AS tetap berjalan lancar tanpa membiarkan inflasi lepas kendali.

Sebuah laporan yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi AS di tingkat grosir lebih tinggi bulan lalu daripada yang diperkirakan para ekonom. Hal itu dapat memberi tekanan pada Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk sementara waktu daripada menurunkannya, seperti yang dilakukannya akhir tahun lalu.

Asumsi lama adalah bahwa The Fed harus beroperasi secara terpisah dari Washington lainnya, sehingga dapat membuat langkah-langkah yang menyakitkan dalam jangka pendek tetapi diperlukan untuk jangka panjang.

Untuk menurunkan inflasi hingga target The Fed sebesar 2 persen, misalnya, mungkin diperlukan pilihan yang tidak populer untuk mempertahankan suku bunga tinggi guna menekan pertumbuhan ekonomi untuk sementara waktu.

(Dhera Arizona)

SHARE