Wall Street Dibuka Tak Bertenaga usai Reli Saham AI, Investor Kini Fokus Data Pasar Tenaga Kerja
Indeks utama Wall Street dibuka lesu pada Rabu (7/1/2026).
IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka lesu pada Rabu (7/1/2026). Hal ini disebabkan investor beristirahat sejenak setelah terjadinya reli yang didorong oleh saham kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sesi sebelumnya.
Selain itu, para investor juga tengah mencermati laporan pasar tenaga kerja yang akan dirilis di kemudian hari.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 50,6 poin atau 0,10 persen pada pembukaan menjadi 49.512,72, kemudian S&P 500 turun 0,30 poin menjadi 6.945,07, dan Nasdaq Composite susut 2,3 poin atau 0,01 persen ke level 23.544,894.
Sebelumya, Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat seiring saham-saham chip melonjak didorong optimisme baru terkait kecerdasan buatan (AI). Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi yakni mencatatkan kenaikan 489,12 poin atau 1,00 persen menjadi 49.466,30.
Saham Moderna melonjak setelah BofA Global Research menaikkan target harga perusahaan farmasi tersebut, yang membantu mengangkat indeks kesehatan S&P 500.
Saham teknologi memori dan penyimpanan juga menguat setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, berbicara di Consumer Electronics Show di Las Vegas, menjelaskan prosesor AI baru yang akan diluncurkan, termasuk lapisan teknologi penyimpanan baru.
SanDisk, Western Digital, Seagate Technology, dan Micron Technology semuanya mencapai rekor tertinggi.
Indeks chip PHLX juga mencapai rekor tertinggi, mencatat kenaikan dalam tiga hari perdagangan pertama 2026 sekitar 8 persen.
“Saya pikir kita akan memiliki musim laba yang sangat kuat untuk Big Tech, dan semua estimasi belanja modal yang kita dengar kemungkinan akan direvisi lebih tinggi lagi,” kata manajer portofolio di Argent Capital, St. Louis, Jed Ellerbroek.
(Dhera Arizona)