Wall Street Ditutup Beragam, Saham Sektor Keuangan Anjlok Tekan S&P
Saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing turun lebih dari 5 persen, berkontribusi pada penurunan 1,4 persen indeks sektor keuangan S&P 500.
IDXChannel - Wall Street ditutup beragam dengan indeks S&P 500 melemah pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat, tertekan penurunan saham JPMorgan, Blackstone, dan saham-saham sektor keuangan lainnya.
Sementara itu, Nvidia dan Alphabet menopang Nasdaq seiring investor kembali mengalihkan dana ke saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Melansir Investing, indeks S&P 500 turun 0,34 persen dan ditutup di level 6.920,93 poin. Nasdaq naik 0,16 persen ke 23.584,28 poin, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 0,94 persen ke 48.996,08 poin.
Penurunan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average terjadi setelah kedua indeks sempat mencetak rekor tertinggi intraday di awal sesi perdagangan.
Saham perusahaan akuisisi perumahan anjlok setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan melarang pembelian rumah tapak (single-family homes), sebagai upaya menekan harga rumah.
Saham Blackstone dan Apollo Global Management masing-masing turun lebih dari 5 persen, berkontribusi pada penurunan 1,4 persen indeks sektor keuangan S&P 500. Saham American Homes 4 Rent merosot 4,3 persen.
Sebaliknya, platform properti Zillow naik lebih dari 2 persen.
Saham JPMorgan Chase turun 2,3 persen setelah Wolfe Research menurunkan rekomendasi saham bank tersebut dari “outperform” menjadi “peer perform”.
Saham Northrop Grumman anjlok 5,5 persen dan Lockheed Martin turun 4,8 persen setelah Trump mengatakan tidak akan mengizinkan pembagian dividen atau pembelian kembali saham (buyback) oleh perusahaan pertahanan hingga mereka memperbaiki masalah produksi peralatan militer.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik.
Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing naik sekitar 1 persen, sementara Alphabet melonjak lebih dari 2 persen. Investor kembali masuk ke saham AI setelah sebelumnya muncul kekhawatiran valuasinya sudah terlalu mahal.
“Investor memasuki 2026 dengan pola yang mirip tahun lalu, beli saham teknologi dan lupakan. Rumor bahwa reli AI sudah berakhir ternyata tidak benar,” kata CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, Jake Dollarhide.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV dalam beberapa pekan ke depan, valuasi saham di Wall Street masih tergolong mahal. S&P 500 diperdagangkan di kisaran 22 kali estimasi laba, turun dari 23 kali pada November, namun masih di atas rata-rata lima tahun sebesar 19 kali, menurut data LSEG.
Data yang dirilis Rabu menunjukkan lowongan pekerjaan di Amerika Serikat turun lebih besar dari perkiraan pada November setelah sebelumnya naik tipis pada Oktober. Sementara itu, laporan terpisah dari ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih rendah dari ekspektasi.
Meski demikian, data tersebut tidak banyak mengubah ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve menjelang rilis laporan ketenagakerjaan utama pemerintah pada Jumat.
Investor juga mencermati perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat mengatakan telah menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, sebagai bagian dari langkah agresif Trump untuk mengatur arus minyak di kawasan Amerika dan memaksa pemerintah sosialis di Caracas menjadi sekutunya.
Gedung Putih pada Selasa menyatakan, Trump sedang membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer AS.
Saham perusahaan teknologi memori dan penyimpanan melepas sebagian kenaikan tajam setelah reli sebelumnya. Saham Western Digital anjlok hampir 9 persen, sementara Seagate Technology turun 6,7 persen.
Saham First Solar merosot 10 persen setelah Jefferies menurunkan rekomendasi produsen panel surya tersebut dari “buy” menjadi “hold”.
(NIA DEVIYANA)