MARKET NEWS

Wall Street Ditutup Melemah Jelang Rilis Kinerja Peritel AS

Nia Deviyana 18/08/2026 06:30 WIB

Investor menunggu laporan kinerja kuartalan dari peritel besar untuk mendapatkan gambaran mengenai belanja konsumen di Amerika Serikat (AS).

Wall Street Ditutup Melemah Jelang Rilis Kinerja Peritel AS. Foto: AP.

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Senin (17/8/2026) saat investor menunggu laporan kinerja kuartalan dari peritel besar untuk mendapatkan gambaran mengenai belanja konsumen di Amerika Serikat (AS). Sementara itu, harga minyak naik didorong AS dan Iran yang belum juga mencapai kesepakatan.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 272,63 poin atau 0,51 persen menjadi 53.459,78. S&P 500 turun 40,70 poin atau 0,52 persen menjadi 7.745,06, sedangkan Nasdaq Composite turun 84,25 poin atau 0,31 persen menjadi 26.644,91.

Kenaikan harga minyak menopang indeks sektor energi (.SPNY), yang naik 0,87 persen dan menjadi satu-satunya sektor yang menguat di antara 11 sektor utama S&P 500.

Sementara itu, perusahaan perlengkapan rumah tangga Home Depot dijadwalkan merilis laporan pada Selasa, sementara peritel yang menjadi barometer sektor tersebut, Walmart, akan melaporkannya pada Kamis.

“Kekhawatiran terhadap data ekonomi yang belakangan lebih lemah membuat pasar agak lesu dan menunggu laporan kinerja peritel untuk mendapatkan arah,” kata Kepala strategi pasar di Osaic Wealth, Phil Blancato. 

Selain sektor energi, seluruh 11 sektor utama S&P 500 melemah. Sektor jasa komunikasi (.SPLRCL) dan consumer staples (.SPLRCS) masing-masing turun sekitar 1,5 persen, sedangkan sektor keuangan (.SPSY) dan consumer discretionary (.SPLRCD) turun sedikit lebih dari 1 persen.

Sektor teknologi S&P 500 (.SPLRCT) ditutup turun hampir 0,2 persen setelah bergerak antara zona merah dan hijau sepanjang perdagangan.

Perdagangan saham teknologi berlangsung volatil di tengah pertanyaan apakah besarnya pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan.

Pada Senin, kenaikan saham-saham chip tertahan oleh penurunan saham perusahaan perangkat lunak. Indeks S&P 500 Software & Services (.SPLRCIS) anjlok 2,8 persen. 

Microsoft dan Meta Platforms menjadi pemberat terbesar bagi S&P 500, dengan keduanya turun lebih dari 3 persen. Investor juga menunggu laporan kinerja Nvidia yang akan dirilis pekan depan.

Jumlah saham yang turun di NYSE lebih banyak dibandingkan saham yang naik, dengan rasio 1,76 berbanding 1. Sebanyak 275 saham mencatatkan level tertinggi baru, sementara 226 saham mencapai level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 1.848 saham naik dan 3.106 saham turun, sehingga rasio saham yang turun terhadap yang naik mencapai 1,68 berbanding 1.

S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan empat saham yang mencapai level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 88 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 113 saham yang mencapai level terendah baru.

Di seluruh bursa AS, sebanyak 14,74 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 16,95 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

(NIA DEVIYANA)

SHARE