Wall Street Ditutup Melemah, Pasar Cermati Data Penjualan Ritel dan Ketegangan Timteng
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (14/8/2026) waktu setempat setelah investor mencermati data ritel dan ketegangan Timteng.
IDXChannel - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (14/8/2026) waktu setempat. Pelemahan tersebut terjadi seiring langkah pasar mencermati data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, saham Applied Materials (AMAT) turun 5,1 persen setelah proyeksi kinerja kuartalannya yang positif gagal memenuhi ekspektasi investor. Saham perusahaan peralatan semikonduktor tersebut sebenarnya telah naik dua kali lipat sepanjang 2026 karena tingginya permintaan yang berkaitan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Manajer portofolio senior GLOBALT Investments, Thomas Martin mengatakan, tingginya ekspektasi terhadap saham yang berkaitan dengan AI membuat respons pasar terhadap kinerja perusahaan menjadi lebih sensitif.
"Banyak pendorong pasar saat ini berasal dari berbagai bagian AI. Applied Materials merupakan contoh perusahaan yang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi, tetapi ekspektasinya sudah sangat tinggi sehingga sahamnya justru dijual," ujarnya.
Kekhawatiran terhadap valuasi saham berbasis AI juga menekan saham perusahaan semikonduktor lainnya. Saham Broadcom (AVGO) turun 5,9 persen, sedangkan Intel (INTC) melemah 2 persen pada perdagangan tersebut.
Sentimen pasar juga tertekan oleh perkembangan di Timur Tengah (Timteng). Transit kapal melalui Selat Hormuz nyaris terhenti setelah dua kapal kembali diserang. Amerika Serikat juga menyatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran investor setelah sumber senior Iran menyebut tidak ada kemajuan dalam pembicaraan untuk melanjutkan kesepakatan Juni guna mengakhiri perang.
Sektor energi S&P 500 menjadi salah satu yang menguat, naik 1,4 persen seiring kenaikan harga minyak dunia. Sementara itu, saham Reddit (RDDT) melonjak hampir 13 persen setelah perusahaan media sosial tersebut diumumkan sebagai anggota baru indeks S&P 500 mulai 18 Agustus 2026.
Data penjualan ritel AS pada Juli juga menjadi perhatian investor. Penjualan ritel tercatat melemah dari perkiraan setelah pada Juni membukukan kenaikan 0,2 persen yang tidak direvisi, berdasarkan data Biro Sensus Departemen Perdagangan AS.
Indeks S&P 500 turun 0,17 persen menjadi 7.785,76 poin. Indeks Nasdaq melemah 0,28 persen menjadi 26.729,16 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,20 persen menjadi 53.732,41 poin.
Meski S&P 500 turun dari rekor penutupan pada Kamis, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang turun dengan rasio 1,1 berbanding 1. S&P 500 mencatat 15 saham mencapai level tertinggi baru dan satu saham mencatat level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 85 saham mencapai level tertinggi baru dan 65 saham mencapai level terendah baru.
Aktivitas perdagangan di bursa AS juga relatif sepi. Volume transaksi mencapai sekitar 9,6 miliar saham, jauh di bawah rata-rata 17,4 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
(Rahmat Fiansyah)