Wall Street Ditutup Melemah, Tertekan Koreksi Saham-Saham Teknologi
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/2/2026) waktu setempat.
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Pelemahan dipicu tekanan pada saham-saham teknologi seperti Apple dan Nvidia, meski penguatan saham non teknologi membatasi penurunan.
Saham Apple turun 1,4 persen dan menjadi penekan terbesar indeks S&P 500, sedangkan Nvidia turun tipis 0,04 persen. Sementara itu, Walmart melemah 1,4 persen setelah memproyeksikan kinerja fiskal 2027 secara konservatif dan mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai USD30 miliar.
Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) juga bergejolak dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran valuasi tinggi dan belum kuatnya bukti bahwa investasi besar di AI mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba. Sejumlah industri, mulai dari perangkat lunak hingga logistik, ikut terdampak potensi disrupsi model bisnis akibat perkembangan AI.
Senior Portfolio Manager GLOBALT Investments, Keith Buchanan menilai, pasar tengah berupaya mengukur sektor mana yang benar-benar terancam oleh AI. Dia mengatakan, teknologi berkembang sangat cepat dan tidak semua pelaku akan menjadi pemenang.
“Pasar sedang mencoba memahami lini bisnis mana yang secara material terancam oleh AI. Teknologi ini berkembang luar biasa cepat dan situasi seperti hari ini terasa wajar. Kita berada di fase siklus di mana tidak semua pihak akan menang dan tidak semua ekspektasi akan terpenuhi,” ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat (20/2/2026).
Di samping itu, penurunan saham-saham private equity juga menjadi sorotan setelah Blue Owl Capital menjual aset senilai USD1,4 miliar dan membekukan penarikan dana pada salah satu produknya untuk mengelola utang serta mengembalikan modal. Saham Blue Owl anjlok 6 persen.
Tekanan tersebut menyeret saham Apollo Global Management, Ares Management, KKR & Co, dan Carlyle Group turun antara 1,9 persen hingga 5,2 persen. Kekhawatiran kualitas kredit serta eksposur pemberi pinjaman terhadap saham perangkat lunak turut membebani sektor ini.
Secara indeks, S&P 500 turun 0,28 persen ke level 6.861,89. Nasdaq Composite melemah 0,31 persen ke 22.682,73, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,54 persen ke 49.395,16.
Sektor energi dalam S&P 500 menguat 0,6 persen seiring kenaikan harga minyak di tengah kekhawatiran konflik militer antara AS dan Iran. Sebaliknya, sektor keuangan turun 0,9 persen.
Pelaku pasar juga mencermati risalah rapat terbaru Federal Reserve yang menunjukkan perbedaan pandangan pejabat terkait arah kebijakan suku bunga tahun ini. Data klaim pengangguran mingguan mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai stabil, sementara laporan Personal Consumption Expenditures yang akan dirilis Jumat menjadi perhatian untuk membaca arah suku bunga selanjutnya.
(Rahmat Fiansyah)