Wall Street Ditutup Menguat Didorong Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS
Sehari setelah imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, imbal hasil tersebut turun pada Rabu.
IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Rabu (19/8/2026), didorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkatkan minat terhadap aset berisiko. Penguatan juga ditopang reli saham produsen vaksin Moderna yang mendorong kenaikan sektor kesehatan.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 119,65 poin atau 0,22 persen menjadi 53.463,05. S&P 500 menguat 16,22 poin atau 0,21 persen menjadi 7.707,98, sedangkan Nasdaq Composite naik 41,38 poin atau 0,16 persen menjadi 26.331,09.
Investor nyaris tidak bereaksi terhadap risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang menunjukkan semakin besarnya kekhawatiran terhadap inflasi, dengan beberapa pejabat The Fed siap menaikkan suku bunga. Banyak pejabat mengatakan kenaikan suku bunga diperlukan jika inflasi tidak turun menuju target bank sentral AS sebesar 2 persen.
Sehari setelah imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, imbal hasil tersebut turun pada Rabu, diikuti penurunan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Pergerakan itu terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan ukuran operasi pembelian kembali obligasi (buyback) untuk surat utang bertenor panjang.
Kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah dan meningkatnya inflasi sempat mendorong imbal hasil obligasi global ke level tertinggi dalam beberapa dekade pada Selasa. Kenaikan suku bunga tersebut berpotensi menekan investasi di sektor AI, mengingat perusahaan teknologi menerbitkan utang dan saham serta menggunakan kas internal untuk membiayai pembangunan pusat data guna mendukung pengembangan kecerdasan buatan.
Saham Moderna melonjak hampir 177 persen, memimpin kenaikan saham di S&P 500. Saham Merck melonjak 12,6 persen, menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Dow Jones dan terbesar ketiga di S&P 500.
Reli Moderna turut mengangkat saham perusahaan kesehatan lainnya, seperti Novavax yang naik 10,8 persen dan saham BioNTech yang tercatat di AS, yang melesat 22 persen.
Sektor kesehatan S&P 500 ditutup naik 3,5 persen, mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025. Sektor tersebut juga mencapai rekor tertinggi dan menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan S&P 500 dibandingkan 11 sektor utama lainnya. Indeks Nasdaq Biotechnology juga melonjak 6,4 persen.
Sektor dengan kenaikan terbesar kedua adalah consumer discretionary, yang menguat 2 persen.
Sementara itu, indeks sektor industri S&P 500 menjadi sektor dengan penurunan persentase terbesar, yakni 0,9 persen. Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 menyusul dengan penurunan 0,7 persen, tertekan saham-saham chip.
Namun, saham Marvell Technologies melonjak 9,9 persen setelah perusahaan mengatakan akan membantu mengembangkan chip khusus Google yang permintaannya tinggi. Marvell juga menawarkan kepada perusahaan induk Google, Alphabet, hak untuk membeli potensi saham senilai USD12,2 miliar.
Marvell menjadi salah satu dari sedikit saham yang menguat di indeks semikonduktor Philadelphia yang volatil, yang ditutup turun 2 persen. Saham Alphabet berakhir naik 0,2 persen.
Dari sisi laporan kinerja perusahaan, saham Target naik 4,3 persen setelah peritel tersebut menaikkan proyeksi penjualan tahunannya. Saham Lowe’s naik 2 persen meskipun memangkas proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan.
Saham Estée Lauder melonjak 16,3 persen dan menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar kedua di S&P 500 setelah produsen kosmetik tersebut memproyeksikan laba tahunan di atas ekspektasi Wall Street.
Harga minyak mentah Brent ditutup menguat di tengah ketidakjelasan perkembangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang berlangsung dengan Iran dan menegaskan Selat Hormuz terbuka, bertentangan dengan pernyataan Iran yang menyebut selat tersebut masih tertutup bagi pelayaran.
(NIA DEVIYANA)