Wall Street Ditutup Turun Tipis di Tengah Rilis Kinerja Emiten
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (16/1/2026) waktu setempat.
IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (16/1/2026) waktu setempat, seiring berakhirnya pekan pertama musim laporan kinerja emiten yang membuat indeks bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa.
Pelemahan terjadi di tengah pergerakan pasar yang cenderung fluktuatif sepanjang pekan ini, dipengaruhi rilis kinerja perbankan serta pembaruan data inflasi. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral, The Federal Reserve (The Fed).
Indeks S&P 500 turun 4,46 poin atau 0,1 persen ke level 6.940,01, sedikit di bawah rekor yang dicetak awal pekan ini. Dow Jones Industrial Average melemah 83,11 poin atau 0,2 persen ke 49.359,33, sementara Nasdaq Composite turun 14,63 poin atau 0,1 persen ke 23.515,39. Ketiga indeks tersebut membukukan penurunan secara mingguan.
Di sisi lain, saham berkapitalisasi kecil mencatat kinerja lebih baik. Indeks Russell 2000 naik tipis 0,1 persen dan menguat sekitar 2 persen sepanjang pekan.
Sektor teknologi menjadi penopang utama pergerakan pasar. Sejumlah saham teknologi besar mencatat kenaikan signifikan, di antaranya saham Broadcom yang menguat 2,5 persen dan Micron Technology melonjak 7,8 persen. Saham semikonduktor masih menjadi pendorong utama volatilitas pasar karena valuasinya yang besar.
Dari sektor perbankan, sejumlah bank regional AS melaporkan kinerja keuangan yang bervariasi. PNC Financial Services menguat 3,8 persen setelah melampaui ekspektasi laba kuartal IV-2025, sementara Regions Financial terkoreksi 2,6 persen karena kinerjanya di bawah perkiraan analis.
Global Equity Strategist Wells Fargo Investment Institute, Doug Beath menilai, volatilitas masih berpotensi berlanjut seiring berjalannya musim laporan keuangan dan meningkatnya risiko geopolitik global.
“Meski awal 2026 cukup kuat, kami tidak akan terkejut jika pasar mengalami volatilitas dalam beberapa pekan ke depan,” katanya dalam catatan kepada investor dikutip dari AP.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah menguat setelah sempat tertekan tajam sehari sebelumnya. Harga minyak mentah AS naik 0,4 persen ke USD59,44 per barel, sementara Brent menguat 0,6 persen ke USD64,13 per barel. Sebaliknya, harga emas turun 0,6 persen meski masih menguat lebih dari 5 persen sepanjang Januari 2025.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level 4,23 persen, sedangkan tenor dua tahun meningkat ke 3,60 persen. Pasar memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan dua pekan mendatang, meski inflasi masih berada di atas target 2 persen.
Sementara itu, bursa Eropa ditutup melemah dan pasar Asia bergerak bervariasi. Indeks saham Taiwan melonjak 1,9 persen setelah pemerintahnya menandatangani kesepakatan dagang dengan AS. Namun, ketidakpastian perang dagang global masih membayangi pasar, termasuk dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
(Rahmat Fiansyah)