MARKET NEWS

Wall Street Hijau Usai Pengumuman Dibukanya Selat Hormuz 

Desi Angriani 17/04/2026 22:09 WIB

Wall Street dibuka menguat usai pengumuman dibukanya Selat Hormuz untuk semua kapal.

Wall Street Hijau Usai Pengumuman Dibukanya Selat Hormuz (Foto: dok AP)

IDXChannel - Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (17/4/2026) waktu setempat usai pengumuman dibukanya Selat Hormuz untuk semua kapal. 

Di sisi lain, harga minyak dunia justru merosot tajam setelah jalur pelayaran strategis kembali dibuka.

Melansir Investing, S&P 500 naik 0,7 persen ke level 7.092,07, sementara Nasdaq Composite menguat 0,8 persen ke 24.300,40. Adapun Dow Jones Industrial Average melonjak 1,2 persen ke posisi 49.172,40.

Sentimen positif dipicu laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah membahas rencana kesepakatan untuk mengakhiri konflik. 

Proposal yang dibahas mencakup kemungkinan pelepasan dana Iran sebesar USD20 miliar yang dibekukan, sebagai imbalan atas komitmen Teheran untuk menghentikan program uranium yang diperkaya.

Di saat yang sama, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang memastikan jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz kembali dibuka turut menekan harga minyak global. Sebelumnya, jalur tersebut sempat tertutup selama sepekan, mengganggu distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Meredanya ketegangan geopolitik juga mendorong reli lanjutan di Wall Street, setelah sehari sebelumnya S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru. 

Optimisme meningkat usai Presiden Donald Trump mengumumkan jeda konflik antara Israel dan Lebanon serta membuka peluang dimulainya kembali negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat.

Dengan kondisi pasar yang lebih kondusif, investor kembali memburu saham sektor teknologi, khususnya perusahaan yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Sejumlah emiten seperti Intel dan Micron Technology menjadi penopang penguatan indeks.

Dari sisi fundamental, musim laporan keuangan kuartalan juga memberikan dorongan positif. Sejumlah bank besar di Wall Street menilai ekonomi AS masih cukup tangguh dalam menghadapi tekanan dari lonjakan harga energi akibat konflik.

Analis Pepperstone, Michael Brown, menilai arah pasar saat ini masih didominasi oleh ekspektasi deeskalasi konflik.

“Selama tren menuju deeskalasi tetap terjaga, selera risiko investor akan tetap kuat, sehingga pasar saham berpotensi melanjutkan penguatan,” ujarnya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE