MARKET NEWS

Warsh Ingin Kurangi Pertemuan FOMC, Perkecil Peran The Fed di Pasar Keuangan

Febrina Ratna Iskana 10/08/2026 06:00 WIB

Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pertemuan FOMC yang dijadwalkan.

Warsh Ingin Kurangi Pertemuan FOMC, Perkecil Peran The Fed di Pasar Keuangan. (Foto: AP Photo)

IDXChannel - Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pertemuan FOMC yang dijadwalkan. Menurut Barclays, langkah ini mencerminkan upaya lebih luas untuk meninjau kembali peran bank sentral tersebut di pasar keuangan.

Analis Barclays, Michael McLean, dan ekonom Jonathan Millar memandang usulan ini sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai komunikasi, kebijakan neraca keuangan, dan sejauh mana The Fed seharusnya memengaruhi harga aset serta ekspektasi pasar.

Undang-Undang Federal Reserve mengharuskan FOMC untuk mengadakan pertemuan setidaknya empat kali dalam setahun; saat ini, komite tersebut mengadakan delapan pertemuan.

Dalam sidang konfirmasi pada April, Warsh mengatakan kepada Senator Ruben Gallego bahwa empat pertemuan tidaklah cukup, meskipun ia mengisyaratkan bahwa jumlah yang lebih banyak dari empat pertemuan adalah hal yang tepat.

"Ketua Warsh mungkin berpendapat bahwa empat pertemuan terlalu sedikit, sedangkan delapan pertemuan terlalu banyak. Mungkinkah angka idealnya adalah enam pertemuan setahun?" tulis McLean dan Millar dikutip dari Investing.com, Minggu (9/8/2026).

Jadwal delapan pertemuan yang berlaku saat ini sudah ada sejak 1980, ketika Ketua saat itu, Paul Volcker, memangkas jadwal dari sepuluh menjadi delapan pertemuan agar selaras dengan kerangka kerja operasional baru yang menargetkan cadangan bank, bukan suku bunga.

Kerangka kerja tersebut ditinggalkan dalam waktu tiga tahun, namun jadwal delapan pertemuan tetap dipertahankan. Analis Barclays mencatat bahwa perubahan ini menggambarkan "bagaimana perubahan yang tampak bersifat prosedural dapat mengiringi reformasi kelembagaan yang lebih luas."

Mereka menyatakan bahwa Warsh kemungkinan memiliki wewenang untuk mengubah jadwal tersebut secara sepihak, namun kecil kemungkinannya ia akan melakukannya tanpa dukungan luas dari komite.

Mereka memperkirakan Warsh akan "menghormati budaya konsensus di The Fed dan menunggu hasil tinjauan gugus tugas komunikasi." Perubahan tidak akan terjadi sebelum tahun depan.

Pertemuan yang lebih jarang dapat mendukung tujuan Warsh agar The Fed "memberikan dampak yang lebih kecil terhadap pasar keuangan," catat para analis.

Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pasar pada sinyal The Fed, mendorong ketergantungan yang lebih besar pada data ekonomi dan harga pasar, serta mengurangi beban kerja terkait prakiraan dan komunikasi.

Namun, Barclays memperingatkan bahwa manfaat-manfaat ini juga membawa konsekuensi nyata. Jadwal yang lebih jarang dapat membuat komite "kurang tangkas dalam merespons kondisi ekonomi yang terus berubah" dan mengurangi kesempatan untuk menjelaskan bagaimana para pembuat kebijakan menafsirkan data yang masuk, ujar para analis tersebut.

Hal ini juga dapat membuat setiap pertemuan yang tersisa menjadi lebih krusial, sehingga meningkatkan fokus pasar pada keputusan-keputusan individual. "Ironisnya, upaya untuk mengurangi jejak The Fed di pasar pada akhirnya justru dapat meningkatkan sensitivitas pasar terhadap pertemuan kebijakan yang tersisa, karena memusatkan lebih banyak informasi dan ketidakpastian pada jumlah peristiwa kebijakan yang lebih sedikit," tulis mereka.

Barclays memandang perdebatan ini bukan sekadar soal apakah delapan kali pertemuan merupakan jumlah yang tepat, melainkan lebih kepada "apakah FOMC memiliki visi yang sama dengan Warsh mengenai The Fed yang lebih sedikit berkomunikasi, lebih jarang melakukan intervensi, dan memberikan dampak yang lebih kecil terhadap pasar keuangan", serta apakah komite tersebut bersedia mengorbankan fleksibilitas dan transparansi demi mencapai tujuan itu. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE