inDrive Bukukan Pendapatan Bersih Rp10,2 Triliun Pada 2025, Naik 31 Persen Secara Tahunan
inDrive membukukan pertumbuhan pendapatan bersih 31 persen usai ekspansi agresif selama beberapa tahun.
IDXChannel—inDrive mencatat pendapatan bersih sebesar USD601,6 juta atau sekitar Rp10,2 triliun secara global sepanjang 2025. Realisasi ini naik 31 persen dari pendapatan setahun sebelumnya.
CEO sekaligus pendiri inDrive Arsen Tomsky mengatakan peningkatan pendapatan bersih ini sejalan dengan peningkatan profitabilitas per trip (perjalanan), setelah beberapa tahun perusahaan ini melaksanakan ekspansi yang agresif.
Melansir CNA (16/3/2026), aplikator berbasis Amerika Serikat ini juga tengah berupaya memperluas layanan pengiriman di sejumlah negara berkembang melalui akuisisi. Dua tahun terakhir, inDrive telah mengakuisisi layanan pengiriman bahan makanan daring di Pakistan dan Kazakhstan.
“Secara bertahap, melalui pembelian-pembelian ini, kita memasuki ranah baru,” ujar Tomsky dalam wawancara pada Jumat.
inDrive memiliki perbedaan dibandingkan dengan pesaing besarnya seperti Uber dan Grab dengan memberikan kebebasan bagi pengemudi dan penumpang untuk menegosiasikan tarif perjalanan.
Sehingga dinilai menarik bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, terutama di negara berkembang. “Wilayah utama kami adalah Amerika Latin. Sedikit lebih dari setengah seluruh bisnis kami berlokasi di sana,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa model bisnis inDrive lebih cocok bagi konsumen yang ingin memiliki kendali lebih terhadap biaya perjalanan.
“Kami lebih cocok untuk orang-orang yang ingin mengendalikan segala sesuatu. Orang-orang yang menganggap menabung sangat penting, yang menghargai setiap sen. Karena alasan inilah, kami memulai di negara-negara berkembang,” kata Tomsky.
inDrive juga memiliki salah satu pusat operasional karyawan terbesarnya di Kazakhstan. Tomsky, yang lahir di Rusia, melepas kewarganegaraan Rusia pada 2024 dan kini telah menjadi warga negara Kazakhstan.
Sejak diluncurkan pada 2013, aplikasi ride-hailing inDrive telah diunduh lebih dari 400 juta kali secara global.
(Nasywa Salsabila)