MILENOMIC

Kadin Dorong Perluasan Sekolah Vokasi Garapan Pelaku Industri

Rohman Wibowo 25/06/2026 00:02 WIB

Kadin Indonesia mendorong pengembangan pendidikan vokasi di Tanah Air. Strategi ini fokus pada penyediaan fasilitas pendidikan langsung oleh pelaku industri.

Kadin Dorong Perluasan Sekolah Vokasi Garapan Pelaku Industri. (Foto: Rohman/iNews Media Group)

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pengembangan pendidikan vokasi di Tanah Air. Strategi ini difokuskan pada penyediaan fasilitas pendidikan langsung oleh pelaku industri agar setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan dapat langsung terserap oleh pasar kerja.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menjelaskan bahwa model ini lahir dari kebutuhan mendesak akan tenaga kerja yang sinkron dengan kebutuhan industri. 

Menurutnya, sekolah vokasi, terlebih di dalam kawasan industri menjadi solusi paling efektif untuk menjembatani kesenjangan keterampilan.

"Kami sudah mulai membuka sekolah-sekolah vokasi di kawasan-kawasan industri karena kebutuhan mereka terlihat jelas, sehingga lulusannya bisa langsung diserap oleh industri yang bersangkutan," ungkap Shinta di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Shinta menambahkan, setelah proses pemetaan tenaga kerja dilakukan, langkah selanjutnya yang krusial adalah pembenahan kualitas SDM melalui pelatihan intensif. Fokusnya tidak hanya pada penciptaan lulusan baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas pekerja yang sudah ada melalui berbagai program pelatihan berkelanjutan.

Program pelatihan tersebut mencakup peningkatan keterampilan agar SDM domestik mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang terjadi. Kadin ingin memastikan bahwa setiap pekerja memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi tuntutan industri yang dinamis.

"Setelah pemetaan, kita mesti melakukan upskilling dan reskilling karena keterampilan tenaga kerja yang ada belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang," ujarnya.

Selain penguatan vokasi di dalam negeri, Kadin juga mulai menjajaki peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri. Inisiatif pengiriman tenaga kerja migran ini dilakukan dengan standar keahlian yang ketat sesuai dengan permintaan kebutuhan industri internasional.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas tenaga kerja nasional secara global. Kadin pun optimistis bahwa integrasi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan praktis industri akan membawa dampak positif bagi produktivitas nasional.

"Sekolah vokasi sangat penting karena keterampilan bisa langsung didapatkan, selain itu kami juga mulai mengirim tenaga kerja migran yang memang dibutuhkan secara cepat oleh industri," tambah Shinta.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE