Pandemi Memaksa Penyedia Kursus Bahasa Inggris Bertransformasi ke Pembelajaran Online
Banyaknya kursus bahasa Inggris online bermula dari pandemi Covid-19 yang memaksa para penyedia kursus bahasa untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.
IDXChannel - Bisa berbahasa Inggris kini di Indonesia menjadi salah satu keahlian yang wajib dikuasai, terutama agar dapat bersaing di dunia kerja.
Alhasil, bisnis layanan kursus bahasa asing pun menjadi laris manis dicari masyarakat. Bahkan, kini sudah banyak pula yang menyediakan layanan kursus secara online.
Banyaknya kursus bahasa Inggris online bermula dari adanya pandemi Covid-19 yang memaksa para penyedia kursus bahasa untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.
Dilansir dari acara live Instagram @IDX_Channel Break Time bersama @kelasbahasa.id, Agus Tri Winarso merupakan Co-Founder Kelas Bahasa @kelasbahasa.id berkesempatan membagikan pengalamannya mendirikan kursus bahasa Inggris online dengan metode Kampung Inggris.
Pada awalnya, kursus bahasa Inggris milik Agus sudah eksis berdiri di Kampung Inggris Pare pada 2008. Kemudian pada 2018, Agus memiliki ide bagaimana Kampung Inggris supaya bisa lebih eksis dan dibawa ke ranah online. Namun, saat itu dia mengaku belum tahu bagaimana caranya.
Agus pun secara terus menerus memikirkan bagaimana caranya supaya hal tersebut dapat terjadi. Hingga pada akhirnya di tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 dan Pemerintah Daerah (Pemda) melarang pembelajaran offline atau tatap muka.
"Nah, akhirnya tercetus lah ide untuk membuka kelas online bahasa Inggris," jelasnya.
Dia menerangkan, kelas online yang berangkat karena adanya pandemi ini hingga kini masih berjalan. Agus pun bersama tim melakukan inovasi bagaimana caranya bisnis ini tetap berjalan meski sudah tidak lagi terjadi pandemi.
"Saya punya mindset 'intinya di balik sesuatu yang besar pasti terdapat peluang yang besar juga'," jelas Agus.
Di Kelas Bahasa, kata Agus, ada dua metode pembelajaran yaitu aktif dan pasif. Selain itu juga menyediakan panduan siswa untuk belajar dari manapun.
"Masyarakat juga berkata bahwa ada masalah yg cukup serius dan bertanya-tanya, kita sudah belajar bahasa Inggris dari SD hingga SMA akan tetapi kita masih saja belum lancar dalam bahasa Inggris, kendala tersebut karena rutinitasnya," ujar Agus.
Menurutnya, hal itu terjadi lantaran pembelajaran di sekolah kebanyakan teori, minim praktik dan juga kurangnya sarana untuk mempraktikkan bahasa tersebut dalam sehari-hari.
"Jika siswa benar-benar fokus dalam belajar, maka hanya perlu waktu dua bulan untuk bisa lancar bahasa Inggris," ucap Agus.
Agus menggunakan dua strategi marketing dalam membesarkan Kelas Bahasa yakni melalui media online dan relasi alumni.
(Penulis: Arianto Haryono/Magang)
(YNA)