News

2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta, One Way Diterapkan di Trans Jawa KM 132-KM 70

Iqbal Dwi Purnama 27/03/2026 15:10 WIB

Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan kembali ke Jakarta mencapai 2,3 juta unit hingga Jumat (27/3/2026) pagi. Pemerintah pun memberlakukan one way sepenggal.

2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta, One Way Diterapkan di Trans Jawa KM 132-KM 70. (Foto: Kemenhub)

IDXChannel – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat jumlah kendaraan yang telah memasuki Jakarta mencapai 2,3 juta unit hingga Jumat (27/3/2026) hingga pukul 06.00 WIB. Angka tersebut sekitar 69 persen dari total proyeksi arus balik Lebaran tahun ini.

Sementara itu, volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+4 tercatat sebanyak 206.243 unit.

Dengan tingginya volume kendaraan, pemerintah memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di ruas Tol Trans Jawa arah Jakarta. Kebijakan ini diterapkan mulai dari KM 132 hingga KM 70 untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat sejak pagi hari.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan langkah tersebut diambil setelah melihat kondisi lalu lintas di lapangan yang mengalami perlambatan di sejumlah titik, terutama di kawasan rest area.

"Kondisi lalu lintas sebenarnya masih sesuai prediksi dan tidak terlalu tinggi. Namun, adanya hambatan di beberapa ruas, khususnya rest area, menyebabkan kepadatan sehingga diberlakukan one way sepenggal dari KM 132 hingga KM 70," ujar Menhub dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).

Pemerintah bersama Korlantas Polri akan terus memantau perkembangan arus lalu lintas. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan, rekayasa lalu lintas akan diperluas secara bertahap, mulai dari one way lokal tahap dua dari KM 169 hingga KM 70, hingga tahap tiga dari KM 188 sampai KM 70.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan diberlakukannya one way nasional dari Tol Kalikangkung apabila lonjakan kendaraan semakin signifikan. "Untuk saat ini, kami harapkan one way sepenggal ini sudah cukup untuk mengurai kepadatan yang terjadi sejak pagi," kata Dudy.

Menhub juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan baik, termasuk memanfaatkan aplikasi digital seperti Travoy atau layanan informasi dari Jasa Marga guna memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Selain itu, pemerintah kembali mengingatkan pelaku usaha logistik untuk mematuhi pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas hingga 29 Maret 2026, sesuai Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga.

Di sisi keselamatan, pemerintah mencatat adanya perbaikan signifikan selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Angka fatalitas korban kecelakaan dilaporkan turun sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun lalu, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun 5,3 persen.

Dudy mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, mulai dari Kepolisian, operator jalan tol, hingga badan usaha lainnya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Lebaran 2026. "Ini menunjukkan bahwa manajemen lalu lintas yang diterapkan berjalan efektif," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE