5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai saat Musim Banjir, Ini Gejala-gejalanya
Genangan banjir umumnya tercampur dengan lumpur, sampah, dan kotoran yang dapat menjadi media penyebaran bakteri.
IDXChannel—Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek membuat pemerintah aktif mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang dapat timbul dari air banjir yang kotor.
Seperti diketahui, air banjir yang menyapu jalanan dan rumah warga bukanlah air yang bersih. Sebaliknya, genangan banjir umumnya tercampur dengan lumpur, sampah, dan kotoran yang dapat menjadi media penyebaran bakteri.
Belum lagi kencing tikus dan binatang-binatang lainnya yang berpeluang tercampur dalam genangan banjir, juga kotoran dari air selokan yang meluap. Oleh sebab itu warga yang terjebak banjir tidak dianjurkan untuk membasuh wajah dan kepala dengan air banjir.
Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi kontak tubuh manusia dengan genangan air yang kotor juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
5 Penyakit yang Patut Diwaspadai saat Banjir
Berikut lima penyakit yang sering muncul saat banjir dan perlu diwaspadai, dirangkum iNews Media Group, Selasa (27/1/2026).
1. Diare
Diare merupakan penyakit yang paling umum terjadi saat banjir. Air bersih biasanya tercemar oleh bakteri, virus, atau parasit dari limbah dan kotoran. Mengonsumsi air atau makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan diare, muntah, dan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
2. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau kulit yang terendam air banjir yang terkontaminasi kencing tikus yang membawa bakteri leptospria.
Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama pada bagian betis, dan pada kasus berat dapat menyebabkan gagal ginjal.
3. Penyakit Kulit
Penyakit kulit juga lumrah terjadi di musim hujan. Kontak langsung antara manusia dengan air banjir dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi jamur, dan dermatitis.
Air banjir yang kotor mengandung banyak kuman, kotoran, bakteri, dan bahan kimia berbahaya yang merusak kulit. Oleh sebab itu warga dianjurkan sebisa mungkin tidak berenang di air banjir.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Lingkungan yang lembap, dingin, dan penuh polusi selama banjir dapat memicu ISPA. Penyakit ini ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Anak-anak dan orang tua lebih rentan terkena ISPA.
5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Setelah banjir surut, genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini dapat menularkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah, dengan gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan muncul bintik merah pada kulit.
Itulah 5 penyakit yang patut diwaspadai saat banjir.
(Nadya Kurnia)