News

6 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa yang Dianjurkan Dokter, Rekomendasi untuk Booster Imun

Mei Sada 30/05/2026 13:35 WIB

Vaksin tidak hanya dianjurkan untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Sejumlah penyakit masih dapat menular kepada orang dewasa.

6 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa yang Dianjurkan Dokter, Rekomendasi untuk Booster Imun. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Simak deretan vaksin untuk dewasa yang dianjurkan oleh dokter. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, membeberkan beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa

Orang dewasa juga dianjurkan untuk menerima vaksin. Tujuannya adalah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri serta keluarga dari risiko penularan penyakit tertentu. 

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin untuk dewasa yang dianjurkan: 

1. Vaksin Influenza

Salah satu vaksin yang paling penting adalah vaksin influenza atau flu. Di mana vaksin ini disarankan untuk diulang setiap satu tahun sekali.

“Rekomendasi WHO maupun Kolegium Penyakit Dalam tetap menyarankan vaksin influenza satu kali setiap tahun,” kata dr. Visakha dalam acara Health Talk World Immunization Week 2026 di Mandaya Royal Hospital Puri, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, virus influenza memiliki tingkat mutasi yang sangat cepat sehingga perlindungan vaksin perlu diperbarui secara berkala melalui vaksinasi tahunan. Bagi sebagian orang, flu terdengar sepele. 

Namun, pada kasus-kasus flu tertentu seperti flu super, penderita bisa mengidap flu selama satu minggu lebih dengan gejala yang cukup mengganggu seperti batuk, pilek, pusing, demam, lemas, dan sebagainya. 

Kondisi ini tentu tidak nyaman bila terjadi lebih dari 3-4 hari. Selain mengganggu produktivitas, juga menghambat aktivitas sehari-hari. 

2. Vaksin Pneumokokal

Selain influenza, vaksin pneumokokal juga direkomendasikan karena dapat membantu mencegah infeksi paru-paru yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Saat ini, vaksin pneumokokal yang banyak digunakan untuk orang dewasa adalah PCV20.

Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap lebih banyak jenis bakteri penyebab penyakit dibanding generasi sebelumnya.

3. Vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD)

Vaksin lain yang mulai mendapat perhatian adalah vaksin dengue atau demam berdarah dengue (DBD). Dr. Visakha menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa terkena DBD meski sebelumnya pernah terinfeksi karena virus dengue memiliki empat serotipe berbeda.

“Dulu pernah kena DBD bukan berarti aman. Masih ada kemungkinan terkena serotipe lainnya,” ujarnya.

Karena itu, vaksin dengue dinilai dapat memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap keempat jenis virus dengue.

4. Vaksin Tetanus

Tak kalah penting adalah vaksin tetanus, difteri, dan pertusis (Tdap). Vaksin ini memerlukan booster setiap 10 tahun bagi mereka yang sebelumnya sudah mendapat imunisasi lengkap.

Sementara bagi orang dewasa yang status vaksinasinya tidak diketahui, dokter biasanya akan menganggap vaksinasi dimulai dari awal.

5. Vaksin Varisela (Cacar Air)

Vaksin ini dianjurkan bagi orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Untuk kelompok lansia, dr. Visakha menyebut kebutuhan vaksin menjadi semakin penting karena risiko komplikasi penyakit meningkat seiring pertambahan usia.

6. Vaksin Respiratory Synctial Virus (Khusus Lansia)

Selain influenza dan pneumokokal, lansia kini juga dianjurkan mendapat vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus) yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius pada kelompok usia lanjut. Pasalnya, banyak angka kematian lansia karena virus RSV ini.

“Yang paling bikin angka komplikasi tinggi sampai kematian itu ketika RSV menyerang lansia,” jelasnya.

Lansia juga direkomendasikan menerima vaksin herpes zoster untuk mencegah cacar api atau shingles, yakni reaktivasi virus cacar air yang dapat muncul kembali di usia tua dan menyebabkan nyeri hebat.


(Nadya Kurnia)

SHARE