61 Unit Armada Udara untuk OMC dan Water Bombing Disiagakan Padamkan Karhutla
BNPB melaporkan sebanyak 61 unit armada udara untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing masih disiagakan untuk memadamkan kebakaran hutan.
IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 61 unit armada udara untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing masih disiagakan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
“Untuk Satgas udara kita tetap menyegarkan dan mengoperasikan 61 unit Armada Udara, 24 di antaranya untuk patroli maupun OMC atau Operasi Modifikasi Cuaca dan 37 untuk water bombing atau penyebaran air melalui helikopter,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan saat Konferensi Pers, Rabu (28/10/2026).
Berton mengatakan, pesawat OMC yang sebelumnya dikerahkan ke Jawa Barat dari Jambi kini telah kembali ke Jambi. Pesawat tersebut akan tetap disiagakan di wilayah itu dan dapat dimanfaatkan untuk OMC maupun water bombing sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.
BNPB juga melaporkan pelaksanaan OMC di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Secara keseluruhan, operasi tersebut telah dilaksanakan sebanyak 18 sorti dengan penyemaian 22.400 kilogram (kg) bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan dry ice atau es kering.
Di Kalimantan Tengah, BNPB telah melaksanakan delapan sorti dengan penyemaian 11.200 kg NaCl dan 500 kg dry ice. Dukungan pesawat Hercules dengan nomor registrasi A1328 juga dikerahkan untuk mendukung operasi di Kalimantan Tengah dan sebagian wilayah Kalimantan Selatan.
“Dan ini tentu Hercules yang diperuntukkan untuk mengangkut tentu kami sampaikan mengucapkan terima kasih ada Hercules A1328, tentu ini untuk sasaran Kalimantan Tengah dan sebagian untuk Kalimantan Selatan,” kata Berton.
Dia menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah terjadi di tujuh wilayah Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Sukamara, Murung Raya, Barito Utara, dan Palangkaraya.
BNPB berharap hujan terus terjadi agar api yang masih menyala dapat padam, termasuk bara api yang berada di bawah permukaan tanah.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, BNPB telah melaksanakan dua sorti OMC dengan penyemaian 2.000 kg NaCl. Operasi tersebut menyasar wilayah Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, dan Tanah Bumbu.
Hujan juga dilaporkan terjadi di 12 wilayah Kalimantan Selatan, meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Balangan.
“Kita Tetap berharap hujan bisa tetap terjadi di sana hingga waktu yang memang disampaikan oleh BMKG sampai 29 Oktober ini,” ujar dia.
Adapun di Sumatera Selatan, BNPB telah melaksanakan delapan sorti OMC dengan penyemaian 9.200 kg NaCl. Selain itu, sebanyak 1.700 kg dry ice disemai dalam dua sorti. Operasi tersebut menyasar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Berton mengatakan, hujan juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, antara lain OKI, Banyuasin, Palembang, Pagar Alam, dan Belitang. Sebanyak sembilan stasiun mencatat adanya presipitasi atau curah hujan di wilayah tersebut.
“Di Sumatera Selatan juga terjadi hujan seperti di OKI, Banyuasin, Palembang, Pagar Alam dan Belitang. Sebanyak 9 Stasiun mencatat presipitasi hujan di wilayah-wilayah tersebut. Kami kita tetap berdoa berharap terjadi hujan di wilayah-wilayah ini sehingga api dan bara api di wilayah ini benar-benar padam,” ujar Berton.
(NIA DEVIYANA)