80 Orang Masih Hilang Pascalongsor di Bandung Barat
Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning Desa Pasirlangu Bandung
IDXChannel - Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo NS menyebutkan, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap 80 warga yang masih hilang pasca bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning Desa Pasirlangu Kec. Cisarua Kab. Bandung Barat.
Bahkan, ada tambahan personel dari SAR kawasan Jawa Tengah. "Hari ini Kita fokuskan membagi tim menjadi 2 sektor, yakni sektor A di bagian Timur dan sektor B di bagian barat Ds. Pasirlangu,. Hari ini kami memiliki penambahan kekuatan personel dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Jogja, Kantor SAR Cilacap dan juga potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi," ujarnya pada wartawan, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, pada operasi pencarian hari ketiga atau Senin (2/1/2026) ini, tim fokus di 2 sektor area pencarian, yakni sektor A dan Sektor B di Desa Pasirlangu. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR bersinergi melaksanakan pencarian dengan berbagai metode, mulai dari manual, alkon, hingga penggunaan alat berat.
"Untuk pencarian menggunakan alat berat, hari ini ada 9 excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian," tuturnya.
Dia berharap, cuaca pada hari ini mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari nanti lantaran faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR tersebut. Adapun potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR.
Dia menambahkan, data korban sementara hingga saat ini sudah dievakuasi 25 bodypack atau kantung jenazah dan kurang lebih 80 orang masih dalam pencarian. Terkait data korban masih dalam proses identifikasi pihak DVI.
"Setiap kantung jenazah kami serahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI yang akan merilis data data data korban tersebut," katanya.
(kunthi fahmar sandy)