Ada Usul Gentengisasi untuk Hunian Korban Bencana, Kepala BNPB: Beratkan Keuangan Negara
Kepala BNPB menyinggung program gentengisasi dalam pembangunan huntap bagi korban bencana di Sumatera yang berpotensi memberatkan keuangan negara.
IDXChannel - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyinggung program gentengisasi dalam pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera. Menurut dia, hal itu berpotensi meningkatkan biaya pembangunan rumah dan memberatkan keuangan negara.
Suharyanto menjelaskan, anggaran pembangunan huntap saat ini ditetapkan sebesar Rp60 juta per unit. Namun, angka tersebut sudah tergolong ketat, terlebih jika harus menyesuaikan dengan kebijakan penggunaan atap genteng.
"Rp60 juta ini sudah sangat mepet Pimpinan. Apalagi sekarang juga ada program gentengisasi dari Presiden. Sementara yang kami bangun rumah contoh di Bireun (Aceh) ini masih menggunakan seng," kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan, apabila program gentengisasi diterapkan dalam pembangunan huntap, maka anggaran per rumah diperkirakan akan meningkat sekitar Rp5-10 juta.
"Seandainya diizinkan ini untuk genteng mungkin Rp65 atau Rp70 juta atau mungkin disetujui seperti apa yang disampaikan oleh Menteri PKP, disamakan harganya," ungkap dia.
Meski BNPB saat ini masih memiliki anggaran, Suharyanto khawatir kenaikan biaya tersebut akan berdampak pada keuangan negara. Menurutnya, jika anggaran pembangunan huntap di Aceh dinaikkan, maka standar serupa akan berlaku untuk daerah bencana lainnya.
"Tapi risikonya kalau disamakan harganya di Aceh berarti nanti di daerah-daerah bencana lain juga harus seperti itu Bapak Pimpinan," ucap Suharyanto.
"Seperti contoh yang kami bangun di Sukabumi, kemudian di Lebak itu Rp60 juta. Tapi kalau nanti dinaikkan di sini berarti standar ini akan berlaku seluruh Indonesia. Nah kami khawatir memberatkan keuangan negara," ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)