ADHI-Kementerian PU Kirim Alat Berat ke Sumatera, Buka Akses Tiga Provinsi
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengerahkan alat berat dan personel teknis untuk mendukung penanganan darurat banjir dan tanah longsor.
IDXChannel - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengerahkan alat berat dan personel teknis untuk mendukung penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sinergi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), perusahaan fokus mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur di wilayah terdampak.
"Proses mobilisasi alat berat telah dimulai sejak 28 November 2025 dan akan terus dilaksanakan secara bertahap mengikuti kondisi di lokasi bencana," ujar perseroan dalam keterangan, Minggu (30/11).
Manajemen ADHI menegaskan komitmen untuk memastikan kebutuhan di lapangan dapat direspons cepat, mulai dari mobilisasi alat berat, pasokan BBM, hingga penurunan personel teknis.
Perusahaan menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan di tengah tantangan akses dan kondisi medan di sejumlah titik bencana.
Di Sumatera Utara, ADHI telah mengirimkan alat berat yang saat ini menuju tiga lokasi prioritas, yakni Sipirok, Batang Toru, dan Siais.
"Mobilisasi tersebut mencakup excavator, loader, dan dozer yang diperlukan untuk membuka akses dan membersihkan material longsor," kataya.
Di Aceh, ADHI juga mengirimkan alat berat untuk wilayah Blangkejeren–Kutacane dan Bireuen–Takengon. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pembukaan akses dan percepatan penanganan darurat di wilayah yang terdampak tanah longsor.
ADHI turut menyiapkan tambahan unit alat berat untuk wilayah Pidie. Kebutuhan alat di lokasi tersebut masih akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan.
Perusahaan juga menurunkan personel teknis untuk pengecekan lapangan, pengendalian operasi, dan pemantauan perkembangan situasi.
ADHI menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membantu percepatan penanganan bencana di Pulau Sumatera.
"Kolaborasi erat dengan Kementerian PU diharapkan mampu memperkuat upaya pemulihan infrastruktur dan membuka kembali akses masyarakat, sehingga proses penanganan darurat dapat berlangsung lebih efektif hingga kondisi di wilayah terdampak kembali pulih," tuturnya. (Wahyu Dwi Anggoro)