News

Angka Kecelakaan Turun 6,31 Persen Selama Periode Angkutan Lebaran 2026

Iqbal Dwi Purnama 30/03/2026 11:33 WIB

Jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 3.517 kejadian. Angka ini turun 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka Kecelakaan Turun 6,31 Persen Selama Periode Angkutan Lebaran 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 mencatat capaian positif dari sisi keselamatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik tahun ini mengalami penurunan, disertai penurunan signifikan pada tingkat fatalitas.

Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri selama periode posko 13 hingga 29 Maret 2026, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 3.517 kejadian. Angka ini turun 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan yang lebih tajam terjadi pada tingkat fatalitas. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun hingga 31,19 persen. Selain itu, korban luka berat juga mengalami penurunan sebesar 13,80 persen.

Dudy menilai capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan koordinasi lintas sektor, serta penerapan berbagai kebijakan pengendalian transportasi selama periode Lebaran. Mulai dari pelaksanaan ramp check (ramcek) pada kendaraan umum, manajemen dan rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan pengawasan di lapangan.

"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujar Dudy dalam penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek kelaikan sarana dan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional.

Menurutnya, pengawasan yang konsisten, pemanfaatan teknologi, serta respons cepat terhadap dinamika di lapangan menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas juga turut berkontribusi terhadap perbaikan tingkat keselamatan.

Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan berbagai kekurangan yang masih ada dapat diperbaiki pada penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya.

Dudy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga operator transportasi, atas kerja sama dalam menjaga keselamatan selama periode mudik dan arus balik.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ke depan, upaya peningkatan standar keselamatan harus terus diperkuat agar perjalanan masyarakat semakin aman dan nyaman," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

SHARE