News

Antisipasi Hanta Virus, Kemenkes Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan Internasional

Felldy Utama 14/05/2026 00:11 WIB

Langkah ini diterapkan menyusul penyebaran Hantavirus tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang sempat muncul dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.

Antisipasi Hanta Virus, Kemenkes Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan Internasional (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel  - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan terhadap setiap pelaku perjalanan Internasional, khususnya penumpang yang berasal dari kawasan Amerika Selatan seperti negara-negara Argentina dan wilayah Amerika Selatan lainnya karena telah menjadi area yang berkaitan dengan temuan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni menyampaikan langkah ini diterapkan menyusul penyebaran Hantavirus tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang sempat muncul dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.

“Itu terutama itu dari negara-negara Amerika Selatan ya, seperti Argentina dan lain sebagainya ya,” kata Andi dalam konferensi pers Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Dia menjelaskan kewaspadaan tinggi dipicu oleh kasus HPS yang ditemukan pada klaster kapal pesiar MV Hondius. Pemerintah kini mencermati secara serius masa inkubasi virus tersebut yang disebut dapat berlangsung hingga 46 hari.

"Dan masa inkubasi daripada penyakit tersebut untuk varian hantavirus pulmonary syndrome (HPS) tersebut, HPS kan beda ya saya sudah sampaikan sebelumnya ya di media dua hari yang lalu kan beda tipenya HFRS dengan HPS. HPS yang dari dari kapal Hondius tersebut ya, itu masa inkubasinya kurang lebih 46 hari,” ujarnya.

Dengan rentang inkubasi yang panjang tersebut, pemerintah memastikan pemantauan terhadap penumpang dari wilayah berisiko akan dilakukan secara intensif dalam beberapa pekan ke depan. Namun, Kemenkes menegaskan belum ada kebijakan karantina massal seperti saat pandemi Covid-19.

“Jadi sekitar itu kita akan betul-betul sangat intens perhatikan ya, mencermati ya dan tentunya kita lihat perkembangannya. Semoga kita berharap bahwa kejadian ini tidak menjadi pandemi ya. Ini kan beda dengan Covid yang pandemi,” tuturnya. 

Andi berharap penyebaran virus tetap terbatas pada klaster kapal pesiar dan tidak berkembang menjadi wabah global. Kemenkes juga memastikan pengawasan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi internasional.

“Nah ini kita berdoa ya kita berharap bahwa tidak ada pandemi, cukup di klaster kapal itu saja gitu kan paham ya. Dan tentunya bahwa jika sudah melewati itu semuanya kita pastikan bahwa penumpang kapal terutama penumpang itu sudah diperiksa dan kita pikir bahwa semuanya aman saja tentunya intensitas bisa kita turunkan,” tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE