News

AS-Israel Serang Iran, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Selamat

Rahmat Fiansyah 28/02/2026 16:23 WIB

Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menargetkan pejabat penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamanei.

Dikutip dari Reuters, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, serangan terhadap Iran ditujukan untuk mengakhiri ancaman terhadap Israel yang merupakan sekutu terdekatnya. AS menamai serangan ini sebagai "OPERATION EPIC FURY".

Israel dilaporkan menembakkan puluhan misil ke sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

"Israel meluncurkan serangan awal (pre-emptive strike) terhadap Iran untuk mengakhiri ancaman terhadap Israel," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Ali Khamenei menjadi sasaran utama serangan tersebut. Namun, ulama senior tersebut selamat dari serangan karena tidak berada di Teheran dan dipindahkan ke lokasi yang aman.

Presiden Iran, Masoud Pezeskhian dan Menteri Intelijen, Esmail Khatib juga dikabarkan selamat dari serangan rudal yang melewati Irak tersebut.

Iran tidak tinggal diam. Negara Republik Islam itu melancarkan sejumlah serangan. Dilansir Al-Jazeera, Iran meluncurkan misil ke Israel dan berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Patriot milik Qatar. 

Namun, laporan terbaru menyebutkan, sejumlah ledakan terjadi di negara-negara Arab seperti Kuwait, Bahrain, dan Abu Dhabi. Bahrain mengonfirmasi kantor pusat kapal induk AS ke-5 menjadi sasaran misil Iran.

Serangan AS-Israel terbaru ini juga menandai kegagalan negosiasi soal nuklir Iran. Israel bersikeras Iran harus menghentikan seluruh aktivitas nuklirnya, termasuk upaya untuk memperkaya uranium. Permintaan ini ditolak oleh Iran.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE