News

Bahlil Tahan Kerja Sama Ekspor Listrik di ASEAN: Skema Harus Win-Win

Iqbal Dwi Purnama 22/09/2026 17:30 WIB

Indonesia belum menandatangani kesepakatan terkait ASEAN Power Grid karena skema kerja sama tersebut masih perlu memastikan keuntungan yang adil.

Bahlil Tahan Kerja Sama Ekspor Listrik di ASEAN: Skema Harus Win-Win (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia belum menandatangani kesepakatan terkait ASEAN Power Grid karena skema kerja sama tersebut masih perlu memastikan keuntungan yang adil bagi seluruh pihak.

Bahlil mengungkapkan, Menteri Energi Malaysia sebelumnya telah berkomunikasi dengannya mengenai rencana pengembangan ASEAN Power Grid. Menurut dia, Indonesia pada prinsipnya terbuka terhadap kerja sama integrasi jaringan listrik di kawasan ASEAN.

"Karena betul, itu saya belum tanda tangan. Karena hitungan saya belum win-win. Kalau sudah win-win, saya akan tanda tangan," kata Bahlil dalam pidatonya pada acara Electricity 2026 di ICE BSD Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Bahlil menegaskan, prinsip win-win dalam kerja sama energi tidak sekadar berarti kedua negara sama-sama mendapatkan keuntungan, tetapi juga memastikan pembagian manfaat dilakukan secara adil.

"Win-win itu untung bagi kamu, untung juga bagi kita. Dan untungnya harus adil. Bukan kamu untung 70, kita untung 30. Itu bukan win-win," ujarnya.

Menurut Bahlil, Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk dalam perdagangan listrik. Dia bahkan menyatakan tidak mempermasalahkan apabila negara tetangga ingin membeli atau mengimpor listrik dari Indonesia.

Dia menekankan, kerja sama energi harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghargai dan memberikan manfaat bagi masing-masing negara.

"Kita pingin untuk berkawan kepada semua orang. Tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika baik, dengan saling menghargai," ujarnya.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan Indonesia tetap mendorong kolaborasi energi dengan negara-negara ASEAN maupun dunia. Menurut dia, tidak ada negara yang dapat membangun sektor energi secara mandiri tanpa membutuhkan kerja sama dengan negara lain.

"Tidak ada sebuah negara hebat tanpa ada kolaborasi. Kita harus berkolaborasi. Kolaborasi sama Asia Tenggara, sesama ASEAN, sesama dunia," kata Bahlil.

Dia menilai integrasi energi kawasan melalui ASEAN Power Grid dapat menjadi bagian dari bentuk kolaborasi tersebut, selama kerja sama yang dibangun memberikan manfaat yang seimbang bagi para pihak.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE