News

Bangladesh Minta Malaysia Terima Lebih Banyak Pekerja Asal Negaranya

Wahyu Dwi Anggoro 23/06/2026 10:45 WIB

Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman meminta Malaysia untuk membuka kembali pasar tenaga kerjanya bagi pekerja migran asal negara Asia Selatan tersebut.

Bangladesh Minta Malaysia Terima Lebih Banyak Pekerja Asal Negaranya. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman meminta Malaysia untuk membuka kembali pasar tenaga kerjanya bagi pekerja migran asal negara Asia Selatan tersebut.

Dilansir dari Asia One pada Selasa (23/6/2026), hal itu disampaikannya saat menemui Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur awal pekan ini.

Malaysia telah menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran Bangladesh, yang kiriman uangnya merupakan sumber devisa penting bagi negara Asia Selatan tersebut.

Namun, Malaysia telah membatasi perekrutan pekerja dari Bangladesh sejak 2024 di tengah laporan tentang kerja paksa. Banyak pekerja dilaporkan menanggung utang besar untuk mendapatkan pekerjaan di Malaysia.

Ratusan pekerja migran Bangladesh terlantar di Malaysia pada 2023, setelah menemukan bahwa pekerjaan yang dijanjikan kepada mereka oleh agen perekrutan ternyata fiktif, sehingga mereka terpaksa mencari pekerjaan secara ilegal yang membuat mereka berisiko ditahan dan dideportasi.

"Saya juga mengangkat isu-isu terkait regularisasi pekerja ilegal dan repatriasi warga Bangladesh yang ditahan jika memungkinkan," kata Rahman kepada wartawan selama kunjungannya ke Malaysia.

Anwar mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk mengambil langkah-langkah guna memastikan transparansi dalam perekrutan pekerja dan melindungi kesejahteraan mereka.

"Penggunaan pekerja yang terus-menerus dieksploitasi dan diperlakukan buruk, semata-mata untuk keuntungan perusahaan pribadi, tidak dapat ditoleransi," kata Anwar.

Anwar dan Rahman juga menyaksikan pertukaran beberapa perjanjian, termasuk kerja sama promosi investasi, budaya, dan kontra-terorisme. Kedua negara juga berjanji untuk melanjutkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas.

Rahman sedang melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat. Bangladesh berupaya menarik investasi, meningkatkan lapangan kerja di luar negeri, dan memperkuat hubungan dengan mitra Asia.

Selain Malaysia, ia dijadwalkan juga akan melakukan perjalanan ke China. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE