Banjir di Bekasi Meluas, Plt Bupati Setop Sementara Izin Pembangunan Perumahan
Banjir kembali meluas di Kabupaten Bekasi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Rabu (21/1/2026) malam.
IDXChannel – Banjir kembali meluas di Kabupaten Bekasi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Rabu (21/1/2026) malam.
Sejumlah kawasan permukiman warga terendam, termasuk Perumahan Grand Permata Residence, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat banjir telah melanda 17 kecamatan dan tersebar di 51 desa. Total keluarga terdampak mencapai 30.649 kepala keluarga (KK), dengan 2.412 KK di antaranya terpaksa mengungsi. Ketinggian muka air bervariasi mulai dari 10 hingga 130 sentimeter.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, merespons kondisi tersebut dengan menghentikan sementara perizinan pembangunan perumahan di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Untuk sementara, khususnya perumahan, kita stop dulu perizinannya. Kita ingin tahu tata ruangnya seperti apa. Jangan sampai sudah dibangun, nanti banjir lagi. Ini bisa jadi masalah panjang bagi masyarakat,” kata Asep di sela peninjauan banjir, Jumat (23/1/2026).
Menanggapi pertanyaan terkait banyaknya konsumen yang merasa dirugikan akibat banjir di kawasan perumahan, Asep menegaskan kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Gubernur Jawa Barat.
“Pertama soal izin, yang kedua kita mengikuti instruksi Bapak Gubernur Jawa Barat. Untuk sementara perizinan perumahan kita hentikan karena hampir rata-rata lokasi yang terdampak banjir ini adalah kawasan perumahan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan hasil asesmen di lapangan menunjukkan dampak banjir terus meluas sehingga diperlukan penanganan darurat tambahan.
“Mengacu hasil asesmen tim di lapangan, kami segera merespons dengan menambah titik pengungsian dan dapur umum untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi,” ujar Muchlis di Cikarang.
Dia menjelaskan, titik pengungsian saat ini tersebar di tujuh kecamatan terdampak terparah, yakni Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan, dan Tambun Utara.
“Di Kecamatan Sukawangi ada empat titik pengungsian, Tambun Selatan tiga titik. Babelan, Cikarang Utara, dan Tambun Utara masing-masing dua titik. Sedangkan Karangbahagia dan Sukakarya masing-masing satu titik,” katanya.
Lokasi pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas umum, rumah ibadah, pondok pesantren, hingga rumah tokoh masyarakat setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyebut fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah evakuasi warga dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Sebanyak 2.412 KK sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami memastikan warga berada di tempat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” kata Dodi.
BPBD bersama unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan antara lain makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, dan kebutuhan darurat lainnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir, yang berpotensi memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani.
Berdasarkan data BPBD per Jumat (23/1/2026), banjir melanda 17 kecamatan, di antaranya Sukawangi dengan ketinggian air 30–130 sentimeter, Tambun Utara 30–120 sentimeter, Cikarang Utara dan Cikarang Timur 20–120 sentimeter. Banjir juga terjadi di Cabangbungin (30–110 sentimeter), Tambelang (40–100 sentimeter), Sukakarya (10–100 sentimeter), Kedungwaringin (30–100 sentimeter), Tambun Selatan (30–90 sentimeter), dan Karangbahagia (10–80 sentimeter).
Wilayah lain yang terdampak meliputi Babelan (20–80 sentimeter), Pebayuran (10–80 sentimeter), Cibitung (10–70 sentimeter), Sukatani (40–60 sentimeter), serta Tarumajaya dan Muaragembong dengan ketinggian 20–50 sentimeter. Selain itu, musibah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam,” kata Muchlis.
(kunthi fahmar sandy)