Banjir Kabupaten Bekasi: 41 Desa Terendam, Ribuan Hektare Sawah Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 37.879 warga.
IDXChannel - Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 37.879 warga.
Berdasarkan catatan BPBP Kabupaten Bekasi, sebanyak 41 desa di 13 kecamatan terkena banjir. Dari total jumlah pengungsi, sebanyak 6.027 warga harus mengungsi di 21 titik pengungsian yang telah disiapkan pemda setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi menjelaskan banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan luapan sungai serta genangan yang meluas hingga ke kawasan permukiman warga.
“Sebaran banjir cukup luas, dengan tinggi muka air bervariasi mulai dari sekitar 10 sentimeter sampai satu meter di beberapa wilayah,” ujar Dody, Jumat (30/1/2026).
Sejumlah kecamatan dilaporkan tergenang dengan ketinggian berbeda-beda. Sejumlah desa di Kecamatan Babelan seperti Bunibakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, dan Kedung Pengawas terendam dengan ketinggian air 10-100 cm.
Sementara itu, di Kecamatan Tarumajaya, genangan terjadi di Desa Segarajaya, Samudra Jaya, dan Pusaka Rakyat, dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
Wilayah Kecamatan Tambun Utara turut terdampak, meliputi Desa Sriamur, Srijaya, Satriajaya, dan Karangsatria. Di wilayah ini, tinggi muka air dilaporkan mencapai 120 sentimeter di sejumlah titik.
Banjir juga menggenangi wilayah Kecamatan Sukakarya, Sukawangi, Pebayuran, Karangbahagia, Kedungwaringin, hingga Cikarang Timur. Pada beberapa desa, seperti Sukakarya, Sukajadi, Karang Sentosa, dan Labansari, ketinggian air berada pada kisaran 20–100 sentimeter.
Sebab banjir belum surut, BPBD Kabupaten Bekasi menyiapkan 21 lokasi pengungsian yang tersebar di enam kecamatan. Titik-titik pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas umum, mulai dari masjid, musala, sekolah, kantor desa, hingga tenda darurat.
Sebanyak 6.027 pengungsi berasal dari 15 desa di enam kecamatan yang terdampak paling parah. Kecamatan Babelan menjadi wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, di antaranya berada di Masjid Al-Hidayah, Masjid Jami, kantor desa, serta sejumlah posko RW.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 5.301 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terendam banjir dan berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat.
Dody menegaskan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan, mulai dari asesmen wilayah terdampak, evakuasi warga, hingga pendistribusian bantuan logistik.
“BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendampingan kepada warga terdampak. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar penanganan berjalan optimal,” kata Dody.
(Nadya Kurnia)