News

BBK Targetkan COA Bahan Baku Didukung Laboratorium Mitra 2027

Tim IDXChannel 05/11/2026 22:04 WIB

Melalui kolaborasi dengan Heksatamaprima, bisnis bahan baku milik adevegroup ini ingin membantu produsen menyiapkan dokumentasi mutu sekaligus membuka akses.

BBK

IDXChannel — Dokumentasi mutu menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan produsen ketika mengembangkan produk pangan, herbal, suplemen, maupun kosmetik.

Melihat kebutuhan tersebut, Bahanbakukiloan (BBK), bisnis bahan baku di bawah adevegroup, menargetkan agar seluruh bahan baku yang dipasarkannya dilengkapi Certificate of Analysis (COA) melalui kerja sama dengan laboratorium mitra pada 2027.

COA merupakan dokumen yang memuat hasil analisis terhadap karakteristik atau parameter mutu suatu bahan. Ketersediaan dokumen ini dapat membantu produsen memperoleh informasi mengenai bahan baku yang digunakan dalam proses pengembangan produk.

Untuk mendukung target tersebut, adevegroup menghubungkan bisnis bahan baku BBK dengan PT Heksatamaprima, perusahaan manufaktur herbal yang menyediakan layanan produksi atau maklon. Kolaborasi ini ditujukan untuk menghubungkan akses bahan baku, kapasitas produksi, dan pengendalian mutu dalam satu ekosistem bisnis.

BBK dikelola oleh Duatama Bersaudara Asia. Melalui model pembelian dalam jumlah besar yang kemudian dijual kembali dalam kuantitas lebih kecil, BBK menawarkan bahan baku mulai dari satu kilogram.

Pilihan ini memungkinkan pelaku usaha melakukan uji formula, membuat sampel, atau memulai produksi terbatas tanpa harus membeli bahan dalam volume besar sejak awal.

Heksatamaprima menjadi bagian dari rantai produksi dalam ekosistem adevegroup. Perusahaan tersebut menyediakan jasa maklon untuk berbagai merek dan memiliki fungsi riset dan pengembangan serta pengendalian mutu.

Keterhubungan antara pasokan bahan baku dan fasilitas produksi diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha dalam mengembangkan produk. Dengan demikian, produsen dapat mengevaluasi kebutuhan bahan, mengembangkan formula, dan mempertimbangkan proses produksi sesuai karakteristik produk yang ingin dibuat.

Meski demikian, COA tidak menggantikan persyaratan perizinan atau evaluasi produk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kebutuhan dokumen dan pengujian dapat berbeda sesuai kategori bahan, jenis produk, serta ketentuan yang berlaku.

Selain aspek bahan baku dan produksi, adevegroup juga menyiapkan kolaborasi dengan KiteKito Studio untuk mendukung kebutuhan visual dan branding. Studio tersebut diharapkan membantu merek mengembangkan materi komunikasi yang sesuai dengan karakter produk dan target konsumennya.

Pendekatan ini mencerminkan upaya adevegroup menghubungkan beberapa tahapan pengembangan bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produksi dan pemasaran. Bagi pelaku usaha kecil, akses terhadap dukungan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan ketika membangun produk dan merek sendiri.

“Brand yang kuat membutuhkan produk yang baik dan cerita yang dapat menjangkau audiens yang tepat. Kami ingin menghubungkan aspek produk, produksi, dan branding agar pelaku usaha memiliki dukungan yang lebih terintegrasi,” kata pendiri Adevegroup Adam Muhammad Ghifari.

Dia melanjutkan, BBK menargetkan penguatan dokumentasi mutu bahan baku melalui kerja sama dengan laboratorium mitra. Implementasinya akan bergantung pada kesiapan mitra, cakupan pengujian, serta proses operasional yang dijalankan.

SHARE