News

Belasan Jembatan di Padang Pariaman Rusak, Sejumlah Area Terisolasi

Nur Khabibi 30/11/2025 06:46 WIB

Kepala KSP Muhammad Qodari meninjau langsung kondisi infrastruktur yang rusak dampak banjir dan longsir di Padang Pariaman.

Belasan Jembatan di Padang Pariaman Rusak, Sejumlah Area Terisolasi. (Foto: Kantor Staf Kepresidenan)

IDXChannel—Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut terdapat 18 unit jembatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan, mengakibatkan sejumlah area terdampak bencana terisolasi. 

Qodari melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariama, Sumatera Barat, pada Sabtu (29/11/2025). Dia mengatakan Jembatan Batang Anai menjadi salah satu titik terparah pascabencana.

Dari tinjauan lapangan dan laporan Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis, sedikitnya 18 jembatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan. Termasuk empat jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai serta 14 jembatan kecil yang ambruk diterjang arus. 

Selain itu, ada 14 hingga 16 ruas jalan putus dan sejumlah kawasan sempat terisolasi.

“Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur di Padang Pariaman, terutama jembatan-jembatan yang putus. Semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya,” kata Qodari dalam keterangan resminya, Sabtu (29/11/2025). 

Dia juga turut mengecek kondisi warga. Menurutnya, 80 persen warga sudah kembali ke rumah. Warga yang rumahnya berada di area rawan atau hanyut terbawa arus masih di pengungsian. 

Dalam kunjungannya, Qodari juga menyoroti dampak ekonomi akibat jalur utama yang terputus seperti Jalan Lintas Utama di kawasan Lembah Anai. Banyak warung dan usaha kecil tutup karena sepinya arus kendaraan.

“Perbaikan perlu segera, bukan hanya untuk mobilitas tetapi untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Qodari memastikan seluruh temuan dan laporan di lapangan akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti secara koordinatif, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat, tepat, dan terpadu.

“Ini semua nanti akan di-review secara keseluruhan. Penanganan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menjelaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar karena berdampak langsung pada akses warga. Bahkan di beberapa wilayah, warga harus memutar hingga 20 km akibat jembatan utama terputus.

Kota Sibolga Belum Bisa Ditempuh via Jalur Darat 

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, belum bisa diakses lewat jalur darat setelah tiga hari pasca bencana banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut. 

Hal ini disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat konferensi pers update penanganan bencana di Sumatera melalui akun YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (29/11/2025). 

“Kota Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat,” kata Sunaryanto. 

Ia mengungkapkan, pendistribusian logistik bagi warga setempat sejauh ini dilakukan via jalur udara. 

“Tentu saja logistik di Kota Sibolga masih belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus-menerus, ini kami kirim terus setiap ada kesempatan melalui jalur udara,” ujarnya. 

Kendati demikian, BNPB menyatakan logistik akan mulai didistribusikan melalui jalur laut pada Minggu (30/11/2025). 

“Kami informasikan juga Kota Sibolga yang saat ini masih belum bisa ditembus lewat darat untuk bantuan logistik, mulai besok kita akan juga mendorong logistik menggunakan jalur laut,” ucapnya. 

Dia mengatakan KRI bantuan TNI Angkatan Laut itu juga besok sudah tiba di Sumatera Utara. 
 

(Nadya Kurnia)

SHARE