Bencana di Sumatera, Pemerintah Janji Evaluasi Total Tata Kelola Hutan
Pemerintah akan segera melakukan evaluasi total terhadap tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia.
IDXChannel - Pemerintah akan segera melakukan evaluasi total terhadap tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini menyusul terjadinya bencana alam yang terjadi di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai bahwa perhatian publik yang kini tertuju pada kejadian bencana tersebut merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi. Menurutnya, kejadian ini memperlihatkan adanya kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan.
"Pak Presiden dalam pidatonya mengatakan penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Jadi satu sisi kami mengatakan duka yang mendalam, tapi ini juga momentum yang baik kita melakukan evaluasi kebijakan, karena pendulunya ekonomi dan ekologi ini cenderungnya ke ekonomi, harus ditarik ke tengah lagi, buktinya nyata kan untuk saudara-saudara kita. Itu fakta yang kita rasakan," kata Menhut dalam keterangannya yang dikutip, Minggu (30/11/2025).
Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperbaiki pengelolaan hutan secara menyeluruh sebagai respons atas bencana yang terjadi.
Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi langsung mengambil langkah konkret. Salah satunya di Kuantan Singingi, ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat.
“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi,” ujarnya.
Menhut juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo dengan terus melakukan restorasi untuk memastikan habitat Gajah Sumatera Domang dan keluarganya tidak terganggu. Ia memastikan langkah-langkah penyelesaian yang dilakukan di Riau akan diterapkan juga di wilayah lain yang terdampak.
"Kedatangan saya dua hari ke Riau ini menjadi contoh apa yang kita kerjakan di tempat lain, termasuk di Sumatera Barat kita evaluasi di Sumatera Utara, Aceh dan daerah lain," tuturnya. (Wahyu Dwi Anggoro)