News

BGN Ungkap Temuan Data Ganda 6 Juta Penerima Program MBG

Iqbal Dwi Purnama 06/08/2026 17:19 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda dalam pendataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN Ungkap Temuan Data Ganda 6 Juta Penerima Program MBG. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda dalam pendataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut diperoleh setelah pemerintah melakukan sinkronisasi data lintas kementerian untuk memastikan penyaluran program lebih tepat sasaran.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, salah satu penyebab data ganda berasal dari peserta didik yang tercatat di lebih dari satu basis data. Misalnya, seorang anak terdaftar sebagai siswa madrasah tsanawiyah sekaligus sebagai santri di pondok pesantren sehingga dihitung dua kali sebagai calon penerima manfaat.

"Misalnya ada anak didata di MTS, tapi dia juga santri pondok pesantren. Dia tercatat sebagai siswa di Kemendikdasmen, kemudian juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren. Nah itu ada yang dobel," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Sudaryono mengungkapkan, hasil penyisiran sementara menunjukkan terdapat sekitar 6 juta data yang harus dirapikan karena terindikasi sebagai data ganda. Namun, proses validasi masih terus berjalan sehingga angka tersebut masih dapat berubah.

"Ada itu ya, kalau enggak salah kekurangannya ada sekitar 6 jutaan. Ya dari situ kita sisir," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, proses sinkronisasi data penerima manfaat menjadi salah satu target utama pemerintah dalam jangka pendek untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran dan menjangkau lebih luas.

Menurut Zulhas, penyempurnaan basis data tersebut berdampak pada penyesuaian sementara jumlah target penerima manfaat MBG tahun depan menjadi sekitar 63 juta orang.

"Penerima manfaat kira-kira 63 juta, tetapi ini masih sementara karena data final masih memerlukan waktu hampir dua bulan," ujar dia.

Pemerintah menargetkan proses pemadanan dan validasi data rampung dalam dua bulan ke depan. Setelah basis data selesai dibersihkan, penyaluran Program MBG diharapkan dapat berlangsung lebih akurat, menghindari penerima ganda, serta memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efektif.

(Dhera Arizona) 

SHARE