News

Bio Farma Group Salurkan 3.000 Dosis Vaksin Td untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

Dhera Arizona Pratiwi 23/08/2026 12:45 WIB

Bio Farma Group menyalurkan 3.000 dosis Vaksin Tetanus Difteri (Vaksin Td) untuk membantu penanganan korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bio Farma Group Salurkan 3.000 Dosis Vaksin Td untuk Bantu Penanganan Gempa NTT. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Bio Farma (Persero), selaku induk Bio Farma Group, bersama Kimia Farma Group dan Indofarma, menyalurkan 3.000 dosis Vaksin Tetanus Difteri (Vaksin Td) untuk membantu penanganan korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Vaksin Td tersebut dalam rangka mendukung perlindungan kesehatan relawan dan masyarakat terdampak, sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan pelayanan kesehatan.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya menyampaikan, penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan hingga saat ini masih terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

"Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma Group mengerahkan kapabilitas dan sumber daya kesehatan secara terpadu untuk mendukung penanganan dan pemulihan bencana sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (23/8/2026).

Shadiq menyampaikan, penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memastikan kapabilitas kesehatan yang dimiliki Bio Farma Group memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Shadiq.

Dia menuturkan, selain Vaksin Td, dukungan yang diberikan juga mencakup obat-obatan, vitamin, alat kesehatan, perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.

Selain itu, juga menyalurkan hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, serta kebutuhan bayi dan balita, termasuk popok bayi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar relawan serta masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

Menurut Shadiq, kekuatan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas antarentitas yang saling melengkapi, mulai dari produk biologi dan vaksin, produk farmasi dan layanan kesehatan, hingga distribusi dan berbagai sumber daya pendukung kesehatan.

“Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,” katanya.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan daerah di Provinsi NTT, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta jaringan Bio Farma Group di daerah. 

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan dan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara efektif.

(Dhera Arizona)

SHARE