News

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Empat Unit Water Bombing Dikerahkan

Jonathan Simanjuntak 24/08/2026 13:57 WIB

BNPB memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melalui operasi udara

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Empat Unit Water Bombing Dikerahkan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melalui operasi udara. Salah satunya dilakukan dengan mengerahkan empat unit water bombing untuk menjatuhkan lebih dari 1 juta liter air dalam sehari.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menjelaskan operasi water bombing pada Minggu (23/8) dilakukan sebanyak delapan misi penerbangan (sortie). Dari operasi tersebut, sebanyak 223 kali penjatuhan air dilakukan dengan total volume mencapai 1.052.000 liter.

"Pada Minggu (23/8), operasi empat unit water bombing dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air sebanyak 1.052.000 liter," kata Berton, Senin (24/8/2026).

Berton mengatakan operasi water bombing tersebut diperkirakan menangani karhutla seluas 13 hektare.

"Dari operasi tersebut, dilaporkan estimasi luas lahan yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare," ujar dia.

Selain operasi udara, BNPB bersama Pemerintah Daerah dan seluruh unsur terkait juga memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada Minggu (23/8), OMC dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan dengan mengerahkan tiga sortie dan total 3.000 kilogram bahan semai.

Sementara itu, luas lahan yang dilakukan pemadaman darat hingga Minggu (23/8) diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi pengerahan personel gabungan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel.

"Luas lahan yang dilakukan pemadaman darat hingga Minggu (23/8) diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel," tuturnya

(kunthi fahmar sandy)

SHARE