Boeing Temukan Gangguan Software pada Pesawat 737 MAX
Hal itu diungkap dalam laporan Wall Street Journal pada Sabtu (26/9/2026) yang mengutip dokumen perusahaan.
IDXChannel - Boeing mengidentifikasi gangguan perangkat lunak (software) yang sebelumnya belum diungkapkan pada pesawat 737 MAX yang dapat menyebabkan fitur navigasi otomatis gagal berfungsi saat proses pendaratan.
Hal itu diungkap dalam laporan Wall Street Journal pada Sabtu (26/9/2026) yang mengutip dokumen perusahaan.
Masalah tersebut berasal dari pembaruan software kokpit dan dapat terjadi ketika kru penerbangan mengubah jalur penerbangan yang telah direncanakan setelah melakukan pendaratan yang gagal, menurut laporan tersebut.
Saat dimintai komentar, Boeing mengatakan telah memberi tahu seluruh operator 737 mengenai masalah software tersebut pada bulan lalu. Masalah itu dapat menyebabkan pilot tidak memiliki akses ke panduan penerbangan otomatis dalam skenario pendaratan tertentu.
“Kami telah membagikan informasi kepada operator yang menegaskan kembali prosedur pilot yang sudah ada untuk menangani kasus tersebut dengan aman. Para teknisi kami sedang mengerjakan pembaruan software untuk mengatasi masalah ini secara permanen,” kata Boeing dalam pernyataan tertulis yang dikirim melalui email kepada Reuters.
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan mengetahui adanya potensi masalah pada pembaruan software untuk komputer penerbangan di sejumlah pesawat Boeing 737 MAX dan bekerja sama secara erat dengan Boeing serta maskapai penerbangan.
“FAA akan membentuk Corrective Action Review Board dan akan mengambil tindakan segera jika mengidentifikasi masalah keselamatan,” kata FAA dalam sebuah pernyataan.
Boeing telah berada di bawah pengawasan ketat regulator dan otoritas keselamatan dalam beberapa tahun terakhir setelah dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menyebabkan pesawat tersebut dilarang terbang di seluruh dunia, serta setelah panel kabin pesawat MAX 9 milik Alaska Airlines yang hampir baru terlepas saat penerbangan.
Southwest Airlines dan United Airlines telah meminta Boeing untuk tidak mengirimkan pesawat 737 MAX baru yang dilengkapi software terdampak tersebut dan sebagai gantinya meminta versi software sebelumnya.
Belum diketahui secara langsung berapa banyak pesawat yang saat ini beroperasi dengan software bermasalah tersebut, menurut laporan itu. Boeing, maskapai penerbangan, dan regulator sedang mengevaluasi masalah tersebut serta apakah gangguan itu menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan, tambah laporan tersebut.
(NIA DEVIYANA)