Buka Akses Bantuan ke Gaza Jadi Salah Satu Alasan Presiden Prabowo Gabung Board of Peace
Keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum diplomasi internasional termasuk BoP bertujuan memperluas jalur distribusi bantuan bagi masyarakat Gaza.
IDXChannel - Langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai sebagai upaya strategis untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Cak Imin menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum diplomasi internasional termasuk BoP bertujuan memperluas jalur distribusi bantuan bagi masyarakat Gaza yang saat ini masih menghadapi berbagai hambatan. Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Gaza sering kali tidak sepenuhnya sampai.
“Jadi begini, BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah langkah-langkah untuk memaksimalkan peran kita. Peran kita itu apa? Ya kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat, harus dicari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk,” kata Cak Imin kepada awak media.
Dia menjelaskan, selama ini pengiriman bantuan seringkali hanya mengandalkan metode penyaluran melalui udara. Namun cara tersebut dinilai belum cukup efektif karena keterbatasan akses dan distribusi di lapangan.
“Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat, tapi bisa lebih leluasa untuk masuk ke Gaza,” katanya.
Karena itu, kata Cak Imin, berbagai langkah diplomasi ditempuh pemerintah, baik melalui kerja sama bilateral, multilateral, maupun keterlibatan dalam forum internasional seperti BoP.
Selain itu, kunjungan Presiden Prabowo ke berbagai negara juga disebut sebagai bagian dari upaya membuka jalur bantuan yang lebih luas.
“Sehingga BoP kah, bilateral kah, multilateral kah, kunjungan Presiden ke berbagai negara—pulang dari New York mampir ke berbagai negara—adalah membuka pintu seluas-luasnya untuk bantuan kita masuk ke Gaza dan Palestina pada umumnya,” kata Cak Imin.
Cak Imin juga mengungkapkan adanya indikasi bahwa bantuan yang dikirim ke Gaza tidak semuanya sampai kepada penerima. “Karena, ada indikasi bantuan yang masuk yang kita bawa itu tidak sampai 30%, tidak sampai 30% yang sampai, yang lain terhambat. Intinya tujuannya itu,” paparnya.
Selain misi kemanusiaan, Cak Imin menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi Presiden Prabowo juga mempertimbangkan kepentingan nasional, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
“Semua tujuan yang dilakukan oleh Presiden adalah untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional. Jadi kepentingan nasional nomor satu. Nomor satu adalah kepentingan nasional, sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus, itu yang paling pokok,” kata dia.
Dia meminta publik tidak memperdebatkan langkah-langkah strategis diplomasi pemerintah secara berlebihan, karena tidak semua detail kebijakan dapat disampaikan secara terbuka.
“Sehingga jangan meributkan hal-hal yang strategis karena itu ada tujuan dalam yang di dalam tujuan pelaksanaan diplomasi itu, karena tidak semua bisa disampaikan oleh Presiden.” katanya.
“Tapi yang ingin saya sampaikan adalah agar produksi industri kita aman, agar kepentingan ekonomi nasional kita aman, agar kita bisa tetap membantu Gaza dan Palestina dengan sangat lebih banyak lagi, itulah yang kita tuju,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)