Ciliwung Meluap, Ratusan Rumah di Pejaten Timur Terendam Banjir
Pada titik terdalam, ketinggian air dilaporkan mencapai kurang lebih satu meter.
IDXChannel—Ratusan rumah di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, kembali terendam banjir pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung akibat kiriman air dari hulu.
Kondisi terparah terpantau di permukiman warga yang berlokasi di Jalan Gang Buntu, RT 05 RW 08, Pejaten Timur. Pada titik terdalam, ketinggian air dilaporkan mencapai kurang lebih satu meter.
“Untuk saat ke pagi hari ini pukul 08.16 WIB ini ketinggian masih di 130 sampai dengan 135 CM untuk di titik tertingginya,” ungkap Petugas Satgas BPBD DKI Jakarta, Kendar kepada iNews Media Group, Sabtu (24/1/2026).
Bahkan, kata Kendar, pada kemarin Jumat (23/1/2026) malam, ketinggian air mencapai 2 meter. Sehingga, sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang aman.
“Untuk sementara dari kemarin kita stand by di sini dan semalam sempat melakukan evakuasi warga di RT 17 RW 5 itu, ada empat KK yang dievakuasi karena memang ketinggiannya itu semalam cukup tinggi di sampai dengan di angka 210 cm,’ ujarnya.
Kendar pun mengonfirmasi bahwa luapan air mulai masuk ke pemukiman warga setelah kawasan hulu di Bogor diguyur hujan deras. Namun, ia memastikan bahwa warga terdampak sudah melakukan langkah antisipasi.
“Sebelum banjir tiba dari hulu sungai kawasan Bogor, warga yang terdampak sudah mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman,” ujar Kendar.
Sementara, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah berupaya menekan intensitas hujan dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang dikenal sebagai UMC.
Langkah ini telah dilakukan selama sepekan terakhir, termasuk hingga hari ini di wilayah Selat Sunda, guna memecah awan hujan agar tidak masuk secara ekstrem ke wilayah Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas SAR gabungan masih bersiaga di lokasi banjir. Petugas terus memantau pergerakan debit air dan memastikan keamanan warga yang masih berada di sekitar lokasi.
Meskipun sebagian warga sudah mengungsi, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
(Nadya Kurnia)