News

Copot Dadan dkk, Prabowo Tegaskan Tak Ingin Uang Rakyat Dicuri

Binti Mufarida 03/06/2026 21:35 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, dirinya tidak rela uang rakyat dicuri oleh siapapun yang menyalahgunakan kekuasaan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, dirinya tidak rela uang rakyat dicuri oleh siapapun yang menyalahgunakan kekuasaan. (Foto: iNews Media/Binti Mufarida)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, dirinya tidak rela uang rakyat dicuri oleh siapapun yang menyalahgunakan kekuasaan. Hal tersebut diungkapkannya saat berpidato dalam acara ‘Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ di Bogor, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus merujuk pada pencopotan mencopot tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN dan dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Dia juga menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” kataPrabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya diberi amanah dalam pelaksanaan program bukanlah keputusan yang mudah. 

Selain itu, Prabowo juga meminta seluruh pihak untuk menjaga integritas dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaannya. 

Kepala Negara juga menyinggung pesan almarhum ayahandanya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengenang pesan sang ayah.

Prabowo juga menjelaskan bahwa keputusan mencopot Dadan dkk diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program. Menurutnya, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG. Para lulusan SPPI, menurut Presiden, telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Kita telah mendidik Saudara, merekrut Saudara, menggembleng Saudara, menanam nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage (mengelola) dapur-dapur tersebut,” ucapnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE