News

Dirjen Imigrasi Beberkan WNA China Jadi Pelanggar Administrasi Terbanyak di Indonesia

Ari Sandita 13/04/2026 20:06 WIB

Menurutnya, jumlah tenaga kerja asing (TKA) dari China paling banyak di Indonesia.

Dirjen Imigrasi Beberkan WNA China Jadi Pelanggar Administrasi Terbanyak di Indonesia

IDXChannel - Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko membeberkan alasan warga negara asing (WNA) China menjadi pelanggar administrasi terbanyak di Indonesia.

Menurutnya, jumlah tenaga kerja asing (TKA) dari China paling banyak di Indonesia.

"China lebih banyak dari jumlah orangnya, karena jumlah TKA jauh lebih besar, itu suatu keniscayaan dengan makin banyaknya TKA yang masuk, potensi untuk terjadinya pelanggaran itu makin besar," kata Hendarsam, Senin (13/4/2026).

"Kalau cuma 10 orang masuk umpanya kan dari negara tertentu, potensinya kecil, bisa 1 atau 2, jadi melihatnya seperti itu saya rasa, tapi dari persentase," kata dia.

Ditjen Imigrasi baru saja menciduk 346 WNA dari berbagai negara dalam Operasi Wirawaspada 2026, yang mana jumlah pelanggar keimigrasian tertinggi dilakukan WN China sebanyak 183 orang.

Pada operasi tahun lalu, WN China juga menjadi warga yang melakukan pelanggaran tertinggi dari sisi aturan keimigrasiannya.

Ke depan, kata dia, pihaknya bakal terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap para WNI yang ada di Indonesia secara berkala. Dari sisi penindakan, Imigrasi tak hanya melakukannya saat ada Operasi Wirawaspada saja, tapi juga kegiatan lainnya, khususnya yang dilakukan di UPT Keimigrasi di setiap wilayah Indonesia.

"Saya spiritnya, kita tetap ramah terhadap mereka, WNA yang memberikan benefit dan nilai tamu untuk kita, tapi kita tidak toleran terhadap mereka yang mengakuisisi hajat hidup rakyat kita," katanya.

"Mereka yang sebenarnya memberikan nilai tambah, tapi melakukan pelanggaran administrasi, ini tinggal kita bina saja, kan banyak mereka yang sebenarnya memberikan nilai tambah, mereka investasi, tapi nggak tahu masalah komunikasi dan lain sebagainya, ini harus kita akselerasikan dan kita sosialisasikan lagi," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE