News

Dirut PLN Minta Maaf Imbas Padam Listrik Massal di Sumatera

Iqbal Dwi Purnama 23/05/2026 09:35 WIB

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas insiden padam listrik massal yang terjadi di Pulau Sumatera.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas insiden padam listrik massal yang terjadi di Pulau Sumatera. (Foto: Ist)

IDXChannel - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas insiden padam listrik massal yang terjadi di Pulau Sumatera pada Jumat (22/6/2026) malam sekitar pukul 18.44 WIB.

Dia mengatakan, padam listrik masal tersebut terjadi di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Berdasarkan indikasi awal, padam listrik tersebut terjadi akibat adanya ruas transmisi yang mengalami gangguan akibat cuaca buruk.

"Kami sudah mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Darman mengatakan, sejak adanya laporan awal terjadi mati listrik serempak itu pihaknya langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan. Hasilnya dalam waktu kurang lebih 2 jam, seluruh sistem gardu induk dan transmisi sudah bisa dipulihkan.

"Setelah kejadian ini kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim kami. Pertama adalah kami melakukan assessment apakah ada dampak kerusakan pada gadu induk dan juga sistem transmisi kami. Dan alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gadu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," tuturnya.

Selain faktor cuaca, Darmawan mengatakan padam listrik serempak yang terjadi di wilayah Sumatera ini juga tidak lepas dari dampak bencana banjir bandang beberapa waktu lalu yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebab bencana tersebut membuat beberapa transmisi tower roboh dan terputus sambungan listriknya.

Dia menjelaskan sistem kelistrikan sendiri terbagi dalam beberapa jenis pembangkit, yang mana masing-masing pemulihannya membutuhkan waktu berbeda ketika terjadi gangguan. Pembangkit listrik tenaga air punya dalam pulih yang lebih cepat, sama seperti sistem gas.

Namun untuk pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara, memang memerlukan waktu yang lebih panjang untuk bisa segera pulih. Sebab batubara harus memanaskan air terlebih dahulu hingga mencapai titik didih tertentu sebelum mendapatkan uap untuk menjalankan turbin.

"Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat, terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas, dari tadi malam langsung satu persatu secara sistematis kita nyalakan, sehingga kita melihat sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala," kata Darmawan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE