News

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mengundurkan Diri usai Penggabungan BUMN Logistik

Iqbal Dwi Purnama 02/07/2026 13:28 WIB

Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya hari ini Kamis (2/7/2026)

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Mengundurkan Diri usai Penggabungan BUMN Logistik (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya hari ini Kamis (2/7/2026), atau tidak lama berselang pascapenggabungan BUMN logistik menjadi satu ekosistem beberapa hari lalu.

Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan mengatakan alasan pengunduran diri Daud Joseph atas pertimbangan dan keinginan pribadi yang bersangkutan. Meski demikian seluruh proses transisi kepemimpinan bakal dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujarnya dalam Holding Statement Perseroan, Kamis (2/7/2026).

PT Pos Indonesia (Persero) menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

Iwan mengatakan, selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder.

Sebagai bagian dari Danantara, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah Pemegang Saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung.

"PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis Perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan," tutur Iwan.

Sebelumnya Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menggabungkan 7 BUMN di sektor logistik. Langkah ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.

Adapun ke 7 perusahaan yang bergabung yakni Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.

Adapun PT Multi Terminal Indonesia akan menjadi entitas bertahan (surviving entity), alias wadah bagi ketujuh perusahaan selama masa transisi.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE