News

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir

Achmad Al Fiqri 24/06/2026 08:36 WIB

Selain masalah kerugian ekonomi, dia juga mengkritik sikap PLN yang terkesan tidak terbuka dan sering mengubah alasan terkait penyebab mati lampu.

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir

IDXChannel – DPR RI meminta PT PLN (Persero) dan Pemerintah untuk segera memberikan ganti rugi (kompensasi) nyata kepada warga dan pelaku UMKM yang terdampak mati listrik bergilir.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengatakan, pemadaman ini sangat merugikan masyarakat luas, mulai dari merusak alat elektronik hingga menghentikan kegiatan usaha kecil seperti warung makan, konveksi, dan bisnis makanan beku.

“Kalau rakyat telat bayar tagihan listrik, langsung didenda bahkan diputus alirannya. Jadi, kalau PLN yang gagal memberikan pelayanan dan lampu mati berkali-kali, PLN juga harus berani tanggung jawab. Berikan kompensasi atau potongan tagihan kepada warga yang dirugikan. Ini adalah kewajiban PLN, bukan belas kasihan,” kata Mufti dalam, Rabu (24/6/2026).

Selain masalah kerugian ekonomi, Mufti juga mengkritik sikap PLN yang terkesan tidak terbuka dan sering mengubah alasan terkait penyebab mati lampu. Alasan berubah mulai dari perawatan rutin, gangguan mesin pembangkit, hingga masalah pasokan batu bara domestik.

“Masyarakat belum mendapatkan penjelasan yang jujur dan transparan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya dibilang hanya perawatan jaringan rutin. Begitu mati lampunya makin meluas, alasannya berubah ada gangguan pembangkit. Sekarang setelah didesak, baru mengaku ada masalah pasokan batu bara. Sebenarnya yang benar yang mana? Rakyat berhak tahu yang sejujurnya,” katanya.

Mufti juga menilai, pemadaman listrik yang terus terjadi juga mulai mengancam keselamatan dan nyawa warga. Bahkan Mufti mengaku, ada kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di dapilnya, akibat masalah kelistrikan saat pemadaman berlangsung.

Dia menilai ironi Indonesia sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia yang justru mengalami krisis listrik. Ia meminta Pemerintah menindak tegas pengusaha nakal yang lebih mementingkan ekspor daripada kebutuhan dalam negeri, serta mengingatkan agar masalah ini jangan dijadikan alasan untuk menaikkan tarif listrik yang akan semakin membebani rakyat.

“Jangan setiap kali terjadi masalah, rakyat selalu diminta memahami keadaan. Saat BBM naik, rakyat diminta mengerti. Saat listrik padam, rakyat diminta bersabar. Indonesia tidak kekurangan batu bara maupun pembangkit. Yang mulai habis hari ini adalah kesabaran rakyat melihat masalah yang sama terus berulang tanpa ada yang benar-benar bertanggung jawab,” kata Mufti.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE