News

DPR Minta Pemerintah Pastikan Pembelajaran Sekolah di NTT Tetap Jalan Pascagempa

Felldy Utama 19/08/2026 16:05 WIB

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat perlu memastikan kegiatan pembelajaran anak-anak.

DPR Minta Pemerintah Pastikan Pembelajaran Sekolah di NTT Tetap Jalan Pascagempa

IDXChannel - DPR meminta pemerintah untuk memastikan proses belajar mengajar di sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan. Hal ini menyusul bencana gempa bumi berkekuatan dahsyat yang menggunancang beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani megatakan, pihaknya tidak ingin bencana yang terjadi membuat pendidikan di daerah tersebut terhenti lama. Meski masih terus terjadi gempa susulan, menurut dia, pendidikan harus terus diberikan bagi anak-anak.

"Di samping melihat bangunan sekolah, kami juga meminta untuk menginventarisir guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa," kata Lalu di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat perlu memastikan kegiatan pembelajaran anak-anak. Dia pun menyarankan harus ada sekolah darurat untuk menampung siswa-siswi di NTT yang sekolahnya terdampak gempa.

Untuk itu, dia mengatakan jumlah sekolah daruratnya pun perlu menyesuaikan dengan kebutuhan. Namun, dia juga meminta pemerintah menginventarisir jika ada bangunan-bangunan sekolah yang masih bisa digunakan.

"Tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda, atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa," katanya.

Dia memastikan DPR RI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana yang langsung dipimpin oleh pimpinan DPR. Satgas itu, kata dia, sudah meninjau langsung ke lokasi bencana dan telah menyalurkan bantuan.

Pemerintah juga, kata dia, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah turun untuk langsung bergerak memberikan bantuan yang dibutuhkan pasca gempa tersebut.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE