Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Meski Ada Perang, Termasuk 85 Ribu WNI
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri memastikan negaranya aman untuk ditinggali.
IDXChannel - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri memastikan negaranya aman untuk ditinggali. Hal itu disampaikan terkait adanya perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Di tengah berbagai tantangan ini, izinkan saya menegaskan bahwa Uni Emirat Arab tetap aman, stabil, dan sepenuhnya siap," kata AlDhaheri saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.
Dia mengungkapkan, di negaranya memiliki sistem yang sangat efektif jika mendapat serangan. Semua institusi yang ada berjalan secara normal.
Selain itu, terdapat lebih dari 200 kewarganegaraan asing tetap berada dalam kondisi aman dan harmonis termasuk 85 ribu Warga Negara Indonesia (WNI).
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu. Dalam genjatan senjata itu, Iran mengajukan proposal berisi 10 poin.
AS juga telah menerima proposal dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, gencatan senjata itu bergantung pada persetujuan Iran untuk pembukaan yang lengkap, segera, dan aman di Selat Hormuz.
Blokade sebagian Iran terhadap selat tersebut telah mengganggu perdagangan global, menaikkan harga minyak, dan menyebabkan kekurangan bahan bakar di seluruh dunia.
AS dan Iran telah menyepakati hampir semua poin perselisihan dan periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.
"Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dilansir dari Reuters, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan soal gencatan senjata. Dia menyinggung pembukaan Selat Hormuz.
"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," kata dia di X.
(Dhera Arizona)